Jokowi Akui Program Penanganan Macet dan Banjir Belum Efektif

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui program penanganan kemacetan dan banjir ibukota belum dapat berjalan dengan maksimal pada 2013. Dia beralasan, program-program tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.

“Banyak, lho wong baru mulai setahun, masak nanya yang sudah tercapai belum tercapai. Tetapi masalah macet dan banjir perlu waktu yang panjang,” ujar Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/12).

Meskipun demikian, lanjutnya, program kartu jakarta pintar (KJP) dan kartu jakarta sehat (KJS) sudah berjalan dengan baik. Kedua program tersebut tidak ada masalah dan sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Yang jelas yang kira-kira sudah berjalan itu KJP sama KJS. Sudah di lapangan, tidak ada masalah dan sudah dirasakan masyarakat,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Terkait penanganan kemacetan dan banjir, ia mengatakan, masalah serta lapangannya juga jelas.

“Tapi ini kan perlu waktu, tak mungkin orang bangun transportasi massal hanya setahun atau enam bulan, ya kan tak mungkin perlu waktu. Iya kan?!,” kata dia.

Selain itu, lanjutnya, pelebaran sungai maupun normalisasi waduk itu tidak bisa dikerjakan selama dua hari atau seminggu. Upaya tersebut membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun.

“Melebarkan sungai tak mungkin kan dua hari atau seminggu. Tak mungkin, butuh bertahun-tahun untuk lebarkan sungai, normalisasi sungai, pindahkan orangnya. Saya kira kita semuanya sudah mengerti masalahnya. Niat atau tak niat mau menyelesaikan atau tidak mau menyelesaikan,” kata dia.

Ia mengatakan Pemprov akan fokus dalam penanganan kemacetan, banjir dan tata ruang kota pada 2014.

“Yaaaaa moga-moga Jakarta lebih baik untuk tahun 2014,” ujar dia.(GWH)