Aksi Akhir Tahun, KAMMI Kritik Pemerintah Lamban Selesaikan Century

Foto: sayangi.com/MI

Surabaya, Sayangi.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Surabaya menggelar aksi refleksi akhir tahun di gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (31/12/2013). Mereka mengingatkan agar pemerintah menyelesaikan pekerjaan rumah yang masih terbengkalai.

Koordinator Aksi Nasrudin mengatakan banyak persoalan di negeri ini yang belum terselesikan dengan baik di tahun 2013, seperti kasus korupsi, kesejahteraan buruh, nasionalisasi energi, perbaikan birokrasi dan lainnya.

“Bahkan dalam kasus Bank Century, pemerintah seolah setengah hati dalam menyelesaikannya,” katanya.

Menurut dia, sampai saat ini Indonesia masih menduduki peringkat 64 dari 177 negara di dunia dengan tingkat korupsi paling banyak. Di samping itu tercatat 7,39 juta pengangguran di negeri ini dengan sumber daya alam terkaya ini.

Bahkan, lanjut dia, lebih ironis lagi setiap bayi yang lahir di negeri ini sudah harus menanggung hutang negara sebesar Rp298 juta.

Selain itu, di bidang pendidikan dan kesehatan, pemerintah juga belum menunjukkan prestasi berarti. Meski sejumlah indikator bidang pendidikan menunjukkan perbaikan, tetapi perubahannya tidak sesignifikan peningkatan dengan anggaran pendidikan yang setiap tahuan lebih dari Rp200 triliun.

Sedangkan bidang kesehatan, pemerintah tidak maksimal mempersiapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan sehingga dikhawatirkan pelaksanaannya menjadi amburadul pada saat diberlakukan mulai 1 Januari 2014.

“Seharusnya akhir tahun ini menjadi momen terbaik untuk menutup galeri 2013 dengan prestasi gemilang. Pemerintah kita sudah lama tidak menunjukkan kinerjanya dengan baik,” ujarnya, dikutip Antara.

Untuk itu, kata dia, ada setidaknya lima hal yang harus segera diselesaikan pemerintah di awal tahun 2014 yakni tuntaskan segala kasus korupsi baik ditingkat pemerintah pusat maupun daerah, menekan angka pengangguran minimal 50 persen dari angka terakhir yakni 7,39 juta jiwa.

Selain itu, pengelolaan secara mandiri dua blok energi yaitu blok Cepu dan Mahakam, reformasi birokrasi dan terakhir mengatur APBN 2014 dengan efektif dan transparan khususnya dalam pengalokasian dana untuk kesehatan dan pendidikan.