BPJS Pangkalpinang: Mekanisme Layanan Tetap Melalui Rujukan

Pangkalpinang, Sayangi.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pangkalpinang menyatakan mekanisme layanan kesehatan bagi peserta tetap melalui rujukan berjenjang dari puskesmas, klinik atau dokter praktik sebelum dibawa ke rumah sakit setempat yang sudah menjalin kerja sama.

“Masyarakat yang ingin berobat menggunakan kartu BPJS Kesehatan harus melalui pelayanan dasar terlebih dahulu, yakni di puskesmas, klinik atau dokter praktik kecuali dalam keadaan gawat darurat dapat langsung dibawa ke rumah sakit,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang Mahmul Ahyar, Rabu.

Ia menjelaskan, dalam keadaaan gawat darurat setiap fasilitas kesehatan yang didatangi masyarakat peserta BPJS Kesehatan harus memberikan pelayanan dan pengobatan terlebih dahulu tanpa harus melalui rujukan atau biaya.

“Berdasarkan aturan jaminan pelayanan kesehatan yang baru, setiap masyarakat dalam keadaan gawat darurat harus diberikan pertolongan pertama baik itu rumah sakit yang telah menjadi ‘provider’ BPJS Kesehatan maupun rumah sakit swasta,” tambahnya.

Ia mengatakan, rumah sakit swasta yang memberikan pengobatan kepada masyarakat gawat darurat yang menjadi peserta BPJS Kesehatan tidak bisa membebankan atau menagih biaya pelayanan dan pengobatan itu kepada pasien.

“Rumah sakit swasta tersebut yang harus menagih ke BPJS Kesehatan, tidak lagi dibebankan kepada pasien kemudian pasien itu meminta ganti biaya pengobatan kepada BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Menurut dia, mekanisme dan prosedur penggunaan kartu BPJS Kesehatan tidak jauh berbeda dengan sistem jaminan kesehatan sebelumnya yakni harus melalui rujukan pelayan dasar terlebih dahulu kecuali dalam situasi gawat darurat.

“Peserta yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan yang ingin mendapat pelayanan kesehatan tidak dibatasi dengan jenis penyakit, baik dari yang biasa hingga penyakit yang membutuhkan penanganan khusus seperti operasi jantung, cuci darah dan kanker akan ditanggung BPJS Kesehatan,” katanya.

Namun demikian, kata dia, pihaknya tidak akan menanggung biaya pengobatan maupun pelanyanan kesehatan yang tidak bersifat medis seperti operasi wajah, kulit dan sejenisnya.

Sementara itu, kata dia, terkait dengan waktu rawat inap pasien tidak ada batasan hari rawat, sesuai dengan indikasi medis dari dokter bersangkutan dan biayanya tetap ditanggung BPJS Kesehatan.

“Mudah-mudahan dengan sistem jaminan kesehatan ini dapat menjamin dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh warga negara tanpa harus memikirkan biaya,” katanya. (ant)