Ketua Umum FPB: 2014 Harus Jadi Tahun Pembuktian Jokowi

Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Memasuki tahun 2014 masa kerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berumur 15 bulan. Ketua Umum Forum Pemuda Betawi (FPB) Rachmat HS mendesak Gubernur Jokowi untuk menjadikan 2014 sebagai tahun pembuktian kerja  nyata.

Dalam pengamatan Rachmat, kerja pemerintahan Jokowi yang sudah berusia 15 bulan belum terlihat hasil yang konkret yang secara langsung dirasakan masyarakat Jakarta.

“Selama 15 bulan yang menonjol hanya kerja dengan gaya kerakyatan, blusukan seolah-olah menyerap langsung permasalahan rakyat di lapangan. Hal itu bagus tapi perlu diingat pada akhirnya masyarakat akan menagih janji dari hasil blusukan itu,” ujar Rachmat dalam pernyataan awal tahun FPB yang diterima Sayangi.com.

Rahmat menegaskan, masyarakat perlu hasil konkret hasil pembangunan yang digagas Jokowi-Ahok dengan slogan ‘Jakarta Baru’. Namun, sampai saat ini hasil nyata dari slogan ‘Jakarta Baru’ itu belum terwujud menjawab permasalahan yang dihadapi warga Jakarta.

Yang ada, tambah Rachmat, Jokowi hanya sekadar meneruskan gagasan gubernur sebelumnya. Dalam proyek  jalan layang non tol Tanah Abang-Kampung Melayu, misalnya, Jokowi hanya melakukan pengaspalan dan peresmian.

“Masyarakat tahu itu proyek sejak zaman Fauzi Bowo,” tandas Rachmat.

Dalam catatan FPB, yang menonjol dari kerja Jokowi-Ahok adalah kepiawaiannya membuat acara hiburan massal yang membuat masyarakat kecil senang sesaat seperti hiburan rakyat di malam tahun baru dan ulang tahun Jakarta. Acara hiburan massal seperti itu, dalam pandangan FPB, tidak menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Jakarta.

“Masyarakat Jakarta sampai saat ini masih menghadapi  teror banjir dan kemacetan,” tegas Rahmat.

Jadi, FPB mengingatkan Jokowi untuk bekerja yang hasilnya dapat secara langsung dinikmati warga Jakarta untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. “Jadi bukan hanya membuat hiburan massal yang hanya dinikmati seesaat,” tukas Rachmat.

Jokowi harus mencari solusi banjir, misalnya yang saat ini sedang dihadapi warga Kampung Melayu. “Mereka saat ini tidak sempat menyaksikan panggung hiburan, tinggal di rumah pun selalu was-was karena ancaman banjir bisa setiap saat datang,” lanjut Rachmat.

Waktu efektif Jokowi tinggal 2 tahun lagi, karena itu ia harus agar masyarakat Jakarta tidak kecewa. Ke depan, Jokowi disarankan untuk memfungsikan aparatnya dan tidak one man show. (S2)