Warga: Dayat Tergesa Ke Rumah Sebelum Tewas Ditembak Densus 88

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Ciputat, Sayangi.com – Seorang terduga teroris bernama Dayat, terlihat warga balik ke rumah kontrakannya dengan tergesa-gesa sehari sebelum pada Selasa malam tewas dalam penggerebekan oleh Tim Densus 88 di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

“Pak Dayat terlihat balik ke kontrakan pada hari Senin tanggal 30 Desember setelah izin pulang kampung dengan membawa dua tas ransel besar sehari sebelum Natal. Ketika itu, ia terlihat tergesa-gesa,” kata Meti, warga yang tinggal bersebelahan dengan rumah kontrakan Dayat di Jalan Delima I RT 2/8 No.9, Rempoa.

Meti menjelaskan, ketika itu Dayat terlihat kembali ke kontrakan sekitar pukul 18.30 WIB. Dayat yang kerap menggunakan jaket merah dan motor bebek, langsung masuk ke dalam kontrakan tanpa berbincang sedikit pun.

Karena pintu kontrakan selalu ditutup, maka Meti pun tidak sempat menanyakan. Namun, dirinya sempat mendengar Dayat berbicara melalui sambungan telpon dengan suara kencang. “Seperti terlihat orang sedang tergesa-gesa,” katanya.

Saat kembali ke kontrakan terakhir kali, Meti tidak melihat Dayat membawa tas ransel. Padahal, sehari sebelum Natal, Dayat dan rekannya terlihat membawa tas ransel besar dan dua boneka merah muda.

“Satu hari sebelum Natal, Pak dayat bilang ke saya ingin pulang kampung. Dia dan rekannya membawa tas ransel dan dua boneka ‘pink’,” ujarnya.

Setelah penggerebekan oleh Densus 88, Meti pun baru sadar bahwa tas ransel yang dibawa Dayat dan rekannya sangat mirip dengan sebuah tas ransel berisi bom yang tertinggal di sebuah warteg Cikupa.

“Mirip ‘banget’ tas ransel berisi bom yang tertinggal di warteg dengan milik pak Dayat dan rekannya. Apalagi, kejadian dan waktu bersamaan dengan kepergian pak Dayat pulang kampung,” ujarnya.

Dodo, suami dari Meti pun mengaku kaget karena tetangga tersebut ternyata teroris. Apalagi, rumah kontrakan yang bersebelahan dengan tempat tinggal, menjadi tempat peracikan dan pembuatan bom.

“Saya juga resah awalnya malam-malam sering dengar suara berisik. Namun, karena sudah sering, saya jadi tidak begitu menghiraukan. Sebab, pak Dayat pun jarang keluar rumah,” katanya.

Ketua RT 2/8, Yahya, mengaku terkejut dengan adanya teroris di kampungnya. Dirinya pun akan melakukan pendataan ulang terhadap warga pendatang yang mengontrak rumah.

Selain itu, ia berterima kasih ke kepolisian yang membantu proses keamanan di lingkungannya. “Ke depan saya akan lebih ketat lagi mengenai pendataan warga baru,” ujarnya.

Pada Rabu (1/1) Densus 88 kembali menggerebek rumah kontrakan milik terduga teroris di Jalan Delima I, RT 8/2 No. 9, Rempoa, Ciputat Timur. Rumah kontrakan yang dihuni oleh Dayat Kacamata, digunakan sebagai tempat meracik atau membuat bom. (S2/Ant)