Menhub akan Kembangkan SDM Berbagai Moda Transportasi

Antara

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengatakan bakal menggalakkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) beragam moda transportasi, terutama untuk mendorong konektivitas di berbagai daerah di Tanah Air.

“Pengembangan sektor transportasi harus dibangun dengan pengembangan SDM,” kata Menhub di Jakarta, Kamis (2/1).

Menurut dia, pengembangan SDM yang dimaksud juga harus meliputi semua moda transportasi seperti pilot pesawat, masinis kereta, begitu pula dengan petugas dinas perhubungan di daerah.

Sebelumnya, Menhub telah menyatakan bahwa pihaknya menginginkan kepala dan pemerintahan daerah serius dalam mengembangkan transportasi perkotaan yang berguna untuk menciptakan transportasi murah bagi warga.

“Diharapkan agar kepala daerah serta seluruh perangkat pemda yang terkait untuk lebih serius mengembangkan dan meningkatkan pembangunan transportasi perkotaan di daerahnya masing-masing,” ujarnya, berharap.

Sebagaimana diberitakan, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mendorong dibukanya jalur perintis dengan berbagai moda transportasi untuk meningkatkan konektivitas dan penghubung menuju daerah terpencil yang terdapat di berbagai pelosok di Indonesia.

“Salah satu yang terus secara konsisten dilakukan Pemerintah di bidang infrastruktur untuk mendukung konektivitas di daerah-daerah terpencil adalah penyelenggaraan transportasi perintis,” tutur Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan di Jakarta, Rabu (11/12).

Menhub mencontohkan, di subsektor perhubungan darat pada tahun 2013 telah ditetapkan subsidi angkutan perintis jalan sebanyak 188 trayek di 25 provinsi dan pengadaan bus perintis perintis sebanyak 60 unit.

Jumlah tersebut, ujar dia, merupakan peningkatan dibandingkan dengan tahun 2012 yang tercatat subsidi perintis jalan adalah untuk 169 trayek, sedangkan untuk pengadaan bus perintis pada tahun 2012 lebih banyak yaitu sebanyak 65 unit.

Sementara untuk angkutan penyeberangan pada tahun 2013, lanjutnya, pemerintah menyelenggarakan subsidi pada 169 lintasan, di mana terdapat peningkatan pula dibanding tahun 2012 yang tercatat sebanyak 135 lintasan.

“Penyelenggaraan subsidi keperintisan merupakan kewajiban Pemerintah untuk melayani masyarakat di wilayah-wilayah terpencil agar mereka tetap memiliki aksesibiltas terhadap pelayanan transportasi,” kata Mangindaan.

Pemerintah, menurut dia, juga telah memberikan pelayanan kepada publik berupa angkutan udara perintis untuk membangun perekonomian, merangsang pertumbuhan pembangunan, dan pariwisata di daerah-daerah yang terpencil atau terisolasi tersebut.

“Data menunjukkan pada tahun 2013, terjadi peningkatan jumlah rute angkutan udara perintis yaitu 138 rute di 20 provinsi dengan nilai subsidi senilai lebih kurang Rp275,3 miliar dibandingkan pada tahun 2012 sebanyak 130 rute di 19 provinsi dengan nilai subsidi sebesar Rp279,2 miliar,” ucapnya. (MD/Ant)