SKK Migas : Penyerapan Gas Terkendala Infrastruktur

Sayangi.com/Doc

Jakarta, Sayangi.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat adanya gas dengan volume 350 juta kaki kubik per hari pada 2013 yang tidak terserap konsumen domestik akibat keterbatasan infrastruktur.

Pelaksana Tugas Kepala SKK Migas J Widjonarko di Jakarta, Kamis (2/1), mengatakan permintaan gas domestik memang cukup tinggi. “Namun, pasokan gas ke konsumen domestik masih belum maksimal karena kendala keterbatasan infrastruktur gas di ‘mid’ dan ‘downstream’,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, telah membebani arus kas kontraktor kontrak kerja sama sebagai pemasok gas.

Pada 2013, SKK Migas mencatat terdapat 15 pembeli gas dalam dan luar negeri yang menyerap gas di bawah volume terkontrak yaitu sebesar 420 million standard cubic feet per day atau juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau setara 75.000 barel minyak per hari.

Pembeli domestik yang tidak bisa menyerap penuh gas tersebut antara lain PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan pabrik pupuk.

Sedang pembeli luar negeri adalah Singapura dan Malaysia masing-masing 20 MMSCFD dan 60 MMSCFD.

Widjonarko berharap kendala infrastruktur gas bisa segera diatasi sehingga penyerapan gas dapat sesuai dengan volume terkontrak.

Pada 2013, SKK Migas mencatat total penyaluran gas sebesar 7.030 billion British thermal unit per day (BBTUD) dengan rincian domestik 3.660 BBTUD atau 52,1 persen dan ekspor 3.370 BBTUD atau 47,9 persen.

Volume gas ke domestik merupakan pertama kalinya lebih tinggi dibandingkan porsi ekspor.

Pada 2012, porsi gas domestik mencapai 3.550 BBTUD atau 49,5 persen dan ekspor 3.631 BBTUD atau 50,5 persen. (MD/Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN