12 Misi Utama Pembangunan Jawa Timur dalam Lima Tahun ke Depan

Foto: sayangi.com/MI

Surabaya, Sayangi.com – Gubernur Jawa Timur Soekarwo memaparkan sejumlah misi utama untuk pembangunan provinsi ini di hadapan seluruh kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), Sekdaprov maupun Asisten Setdaprov di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (2/1/2014).

Ada 12 misi utama yang disampaikan sebagai bentuk program utama selama lima tahun ke depan dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Pertama, tentang perluasan lapangan kerja. Prioritasnya, pengembangan dan pemberdayaan agroindustri yang berbasis industri kerakyatan, yakni dengan memanfaatkan hasil pertanian dan tenaga kerja lokal,” ujar Soekarwo.

Misi kedua adalah peningkatan kapasitas dan daya saing usaha mikro kecil dan menengah koperasi dengan cara penguatan keahlian dan keterampilan sumber daya manusia, akses permodalan, dan manajemen keuangan dan pemasaran.

“UMKM kita sangat kuat dan menjadi penentu ekonomi di Jatim. Oleh sebab itu semua harus menyiapkan UMKM sebaik mungkin untuk menghadapi AFTA 2015,” kata dia.

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut melanjutkan, misi ketiga adalah penguatan ekonomi perempuan, yaitu dengan cara meningkatkan dan memperluas jaringan usaha dan akses permodalan melalui pengembangan dan penguatan koperasi wanita (kopwan).

“Targetnya, pengembangan dan penguatan kopwan di 8.506 desa dengan hibah awal Rp25 juta dan tambahan modal usaha bagi 4.000 kopwan berprestasi,” katanya.

Pembangunan kopwan bertujuan membangun perempuan agar semakin produktif sehingga dapat meningkatkan derajat dan taraf hidup perempuan. Selain itu, hal ini untuk mencegah feminisasi kemiskinan yang biasanya terjadi pada wanita sebagai kepala rumah tangga.

Misi berikutnya, kata Pakde Karwo, percepatan penanggulangan kemiskinan. Pihaknya mengaku terus meningkatkan dan menyempurnakan berbagai program penanggulangan kemiskinan, terutama program Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Rakyat (Jalinkesra).

Misi kelima yakni mengembangkan wajib belajar 12 Tahun dan meningkatkan rasio jumlah SMK dibanding SMA, yaitu sebanyak 70 : 30. Selanjutnya, aksesibilitas kesehatan, yang kali ini Pemprov Jatim menetapkan tiga target.

“Khusus kesehatan, targetnya Jatim bebas pasung, meningkatkan perluasan pelayanan Polindes menjadi Ponkesdes, dan penguatan dan pengembangan Taman Posyandu. Dalam satu desa/kelurahan harus ada minimal satu Taman Posyandu,” jelasnya.

Sementara itu, misi-misi lainnya adalah perdagangan, pariwisata dan investasi. Kemudian, pembangunan infrastruktur, lingkungan hidup, reformasi birokrasi dan pelayanan publik, kesalehan sosial, dan keamanan dan ketertiban supremasi hukum dan hak asasi manusia. (Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN