‘Cara Agak Gila Jokowi-Ahok Jadi Modal untuk Bereskan Jakarta’

Foto: sayangi.com/MI

Jakarta, Sayangi.com – Kemacetan dan banjir masih menjadi masalah mendasar yang menghantui warga Jakarta. Masalah ini dinilai akan terus terjadi, kecuali jika diselesaikan dengan cara yang agak gila.

Demikian diungkapkan Direktur Pusat Pengkajian Jakarta (PPJ), Muhlis Ali dalam sebuah perbincangan dengan Sayangi.com, Kamis (2/1/2014). Menurutnya, Jakarta yang setiap hari diwarnai dengan kemacetan dan banjir yang menggenang di banyak titik jalan Jakarta, tetap bisa diselesaikan, terutama bila melihat kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Cara Pak Jokowi melakukan blusukan dan Pak Ahok yang tegas, berani, dan kadang terkesan agak gila akan menjadi modal untuk membereskan masalah di Jakarta,” kata Muhlis.

Namun tanggung jawab itu bukan hanya di tangan Jokowi-Ahok. Warga Jakarta kata Muhlis, juga harus terlibat dalam memperbaiki Ibu Kota, paling tidak ikut menjaga dan membersihkan lingkungan.

“Tentu, untuk menyelesaikan masalah kemacetan dan banjir di Jakarta bukan hanya tugas Pemerintah DKI, Pemerintah Pusat juga harus membantu dan bekerja sama, termasuk juga warga,” jelasnya.

Muhlis mengungkapkan beberapa cara dalam mengurai kemacetan di Jakarta. Di antaranya memperbanyak trasportasi massal yang nyaman dan aman. Selain itu segera dibangun sistem transportasi subway dan monorail yang terkoneksi dengan kota-kota satelit, seperti Bekasi, Bogor, Depok, dan Tangerang.

Pembatasan masa berlaku mobil dan pemberlakuan sistem IRP di jalan tertentu seperti jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, juga bisa menjadi solusi.

“Tapi yang paling penting pembangunan jalan, saluran air, listrik, gas, dan lain-lain, harus satu paket. Ke depan tidak boleh lagi setiap saat ada proyek galian yang menyebabkan jalan kotor dan kemacetan,” tegas Muhlis Ali yang juga Caleg DPRD DKI dari Partai Gerindra ini.

“Untuk menuntaskan masalah banjir, Pemerintah DKI harus bekerja sama dengan daerah hulu seperti Bogor dan Depok dengan memberi insentif atau membantu daerah tersebut agar terus-menerus melakukan reboisasi atau penghijauan hutan, membangun polder seperti waduk-waduk kecil dan tetap melakukan sosialisasi ke masyarakat soal pentingnya menjaga serta membersihkan lingkungan, dan Pemerintah DKI harus segera melakukan pengerukan sungai secara serius.”