Mahasiswa Minta SBY Tak Jadikan Haul Gus Dur Ajang Politik

Jombang, Sayangi.com – Sejumlah mahasiswa gabungan dari beberapa elemen di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, unjuk rasa meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar tidak menjadikan acara haul atau peringatan wafatnya mantan Presiden Gus Dur sebagai ajang politik.

“SBY baru datang dalam haul ke-4, menjelang masa berakhirnya kepemimpinan dan menjelang Pemilu 2014 dan sebelumnya haul ke-3 tidak hadir,” kata salah seorang koordinator aksi Reza, Kamis (2/1/2014).

Pihaknya mempertanyakan kedatangan SBY apakah murni untuk menghormati almarhum Gus Dur ataukah ada tendensi politik, mengingat pada 2014 adalah masa berakhirnya kepemimpinannya sebagai Presiden.

Ia mengingatkan, almarhum Gus Dur saat masih menjabat sebagai Presiden pernah memerintahkan SBY yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum untuk meredakan suhu politik yang memanas antara Istana dengan DPR dengan membentuk “crisis center”. Namun saat itu SBY menolak dan memilih mundur dari jabatannya.

Pihaknya menyebut, jika saat itu SBY menjalankan apa yang telah diamanahkan Gus Dur maka situasi politik tidak akan memanas.

“Jangan politisasi acara Haul Gus Dur untuk sebuah kepentingan,” tegasnya.

Reza juga mengkritik dua periode kepemimpinan Presiden SBY yang dinilai tidak terselesaikan mulai dari kasus Century sampai Hambalang, kekerasan pada tenaga kerja Indonesia (TKI), dan sejumlah masalah lainnya. Terlebih lagi, Presiden juga rangkap jabatan dengan partai.

Ia meminta agar SBY tidak terlalu sibuk dengan kepentingan partai dan menuntut agar SBY lebih memperkuat pemerintahannya di akhir pemerintahannya.

Aksi itu mendapat kawalan yang ketat dari Polres Jombang, terlebih lagi saat ini pengamanan juga lebih diperketat menyusul persiapan haul mantan Presiden Gus Dur ke-4 yang diselenggarakan di PP Tebuireng, Jombang pada Jumat (3/1/2013).

Aksi ini juga yang kedua kali dilakukan oleh mahasiswa. Sebelumnya, mereka juga unjuk rasa dengan desakan yang sama mempertanyakan kedatangan Presiden. Mereka juga rencananya akan unjuk rasa lagi saat kedatangan SBY di Jombang.

Kepolisian Resor Jombang menurunkan sekitar 815 personelnya untuk pengamanan saat kedatangan Presiden dalam haul almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid ke-4.

“Pengamanan kami di ring tiga, dan kami khususkan untuk pengamanan jalur, termasuk di lokasi yang akan didatangi Presiden,” kata Kepala Sub-Bagian Hubungan Masyarakat Polres Jombang AKP Sugeng Widodo.

Ia mengatakan, 815 personel itu merupakan gabungan dari unsur polri, Brimob, sampai intelijen. Tim mulai bertugas saat satu hari sebelum hari “H” kedatangan Presiden mulai di perbatasan Kabupaten Jombang-Mojokerto, sampai seluruh jalur masuk ke Jombang.

Pihaknya juga mengatakan, arus lalu lintas akan tetap berjalan dengan normal, termasuk yang melewati “fly over” di Peterongan, Kabupaten Jombang. Kendaraan akan diminta untuk menepi ketika rombongan datang, agar lalu lintas lancar.

Berita Terkait

BAGIKAN