Malaysia Sita 300 Injil Karena Cantumkan Kata Allah

Foto: BBC

Malaysia, Sayangi.com – Otoritas Islam Malaysia menggrebek kelompok Kristiani di Selangor dan menyita lebih dari 300 Kitab Injil karena menggunakan kata Allah.

Penggrebekan ini dilakukan karena Pengadilan Malaysia Oktober 2013 lalu telah menetapkan bahwa kata Allah hanya dapat digunakan oleh warga Muslim.

Injil dalam bahasa Melayu itu disita dari komunitas Injil di negara bagian Selangor, di dekat Kuala Lumpur. Sebagian besar Injil yang disita diimpor dari Indonesia.

Sebagian diantaranya menggunakan bahasa Iban, salah satu bahasa yang digunakan suku asli setempat.

Umat Kristiani di Malaysia menggunakan kata Allah selama berabad-abad sebelum menjadi sumber perpecahan. Keputusan pengadilan untuk melarang penggunaan kata Allah itu disambut gembira pihak konservatif Muslim, namun memicu keprihatinan di kalangan umat Kristiani.

Dewan Gereja Malaysia mengatakan dalam satu pernyataan mereka ‘prihatin’ atas penggerebekan itu. Mereka mendesak pemerintah untuk “melindungi hak agama warga seperti yang ditetapkan dalam Konsitutsi Federal”.

Sengketa penggunaan kata ‘Allah’ oleh non-Muslim muncul awal 2009 dipicu sengketa di surat kabar Katolik. Saat itu Kementerian Dalam Negeri mengancam akan mencabut izin surat kabar Katolik Herarld karena menggunakan kata Allah. (BBC Indonesia)

Berita Terkait

BAGIKAN