Presiden Afghanistan Terima Kunjungan Senator AS di Istana

Foto: Reuters

Kabul, Sayangi.com – Presiden Afghanistan Hamid Karzai pada Kamis (2/1) bertemu di Istana Presiden Afghanistan, Arg, dengan senator AS yang sedang mengunjungi negerinya.

“Presiden Hamid Karzai bertemu dengan Senator John McCain, Senator Lindsey Graham dan Senator John Barrazzo di Arg pada sore ini,” kata Istana Presiden di Kabul di dalam satu pernyataan.

Kedua pihak membahas Kesepakatan Keamanan Bilateral (BSA) antara Afghanistan dan Amerika Serikat, masalah pusat penahanan Bagram, dan situasi di wilayah tersebut, kata pernyataan itu.

Mengenai BSA, Karzai memberitahu delegasi senator AS yang berkunjung tersebut bahwa Pemerintah Afghanistan ingin menandatangani BSA dengan Amerika Serikat, demikian laporan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Namun mereka ingin mendapat kepastian bahwa tuntutan mereka dipenuhi dan kesepakatan itu mebawa kestabilan serta perdamaian ke negeri tersebut, kata pernyataan itu.

Pada waktu lalu, Pemerintah Afghanistan menyatakan Amerika Serikat harus segera mengakhiri serangan militer terhadap rumah warga sipil Afghanistan dan mengembalikan hampir dua lusin orang Afghanistan yang ditahan oleh AS di penjara Guantanamo ke pihak Afghanistan sebelum Kabul menandatangani kesepakatan tersebut.

Benyak pengulasa setempat mengatakan jika kedua negara gagal mencapai kesepakatan yang menangani kehadiran tentara AS setelah penarikan 2014 pasukan pimpinan NATO, Amerika Serikat akan mempertimbangkan penarikan total tentaranya, sama seperti penarikan tentara AS dari Irak dua tahun lalu.

Pasukan NATO ditarik dari Afghanistan sesudah lebih dari satu dasawarsa berperang melawan Taliban, tapi perundingan macet mengenai kesepakatan keamanan, yang memungkinkan sejumlah tentara Amerika Serikat dan NATO tetap berada di Afghanistan sesudah 2014.

Mengenai penjara Bagram, yang diserahkan kepada militer Afghanistan pada awal tahun lalu, Presiden Afghanistan itu mengatakan tahanan yang tak bersalah akan dibebaskan sesuai dengan hukum Afghanistan dan pelaku kejahatan akan dihukum.

Selama satu pekan belakangan, lebih dari 650 tahanan Taliban dibebaskan oleh satu tim gabungan yang dibentuk oleh Pemerintah Afghanistan dari Penjara Bagram, demikian laporan media setempat.

Jumat lalu (27/12), penyerang bunuh diri Taliban meledakkan bom mobilnya di samping rombongan tentara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Kabul, sehingga menewaskan tiga prajurit aliansi tersebut dan melukai empat orang lagi, kata seorang pejabat.

Ledakan di ibu kota Afghanistan itu membuat mobil pembom hancur di tempat kejadian itu bersama beberapa kendaraan rusak lain yang rusak parah, termasuk kendaraan NATO, kata saksi mata. (S2/Ant)