Polisi Masih Jaga Ketat Rumah Kontrakan Teroris

Foto: Antara

Tangerang, Sayangi.com – Rumah kontrakan terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, masih dijaga polisi bersenjata meski penggerebekan sudah tiga hari berlalu.

Kantor Berita Antara melaporkan, Jumat (3/1) pagi, selain pita kuning melintangi rumah kontrakan teroris dan akses jalan di sekitarnya, sejumlah polisi bersenjata lengkap masih tampak berjaga-jaga. Warga yang ingin melihat-lihat masih tidak diperbolehkan mendekat ke lokasi yang pada Selasa malam digerebek aparat Densus 88 Antiteror.

“Masih belum boleh mendekat, padahal saya ingin melihat kondisi rumah kontrakan teroris yang ditembaki polisi,” kata Guntur, warga setempat. Warga hanya bisa melihat dari kejauhan. Sedangkan yang tinggal dekat dengan lokasi, diperbolehkan mendekat, namun tetap dalam pengawasan polisi.

Hingga Jumat polisi melakukan pendataan bangunan yang rusak dan warga yang trauma. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombespol Heru Pranoto sebelumnya mengatakan, polisi masih mendata warga yang mengalami trauma. Trauma yang dialami warga disebabkan karena mendengar suara tembakan maupun ledakan bom saat penggerebekan berlangsung.

Dalam penggerebekan pada malam Tahun Baru 2014, terjadi baku tembak antara teroris dan polisi. Bahkan, adanya ledakan bom dari rumah kontrakan teroris. Baku tembak berlangsung dengan waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya, enam terduga teroris tewas.

Anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengerebek rumah kontrakan di Jalan KH Dewantoro Gang H Hasan RT 04/07 Kampung Sawah, pada Selasa malam hingga Rabu dini hari. Dari penggerebekan tersebut, enam terduga teroris tewas yakni Nurul Haq alias Dirman, Ozi alias Tomo, Rizal alias Hendi, Edo alias Ando, dan Amril. Satu orang lainnya tewas ditembak di jalan ketika mengendarai motor yakni Daeng alias Dayat.

Polisi juga menemukan enam bom pipa, enam senjata api, lima buah golok, beberapa bahan kimia dan rangkaian elektronik yang diduga digunakan dalam perakitan bom. (MSR)