Ratu Atut Berencana Mundur dari Jabatan Gubernur Banten

Foto: Sayangi.com/Dok

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah berencana menanggalkan atau mundur dari jabatannya. Hal ini dikemukakan oleh kuasa hukumnya, Tubagus Sukatma. Dia mengatakan kliennya siap mundur dari jabatan sebagai Gubernur Banten jika surat Kemenetrian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah resmi diterima.

“Surat yang dibuat dan dikirimkan oleh Kemendagri kepada ibu, sampai saat ini belum dia terima,” ujar TB Sukatma di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/1).

Sukatma menjelaskan bahwa kliennya tidak ingin menambahkan beban rakyat Banten jika dirinya terus ngotot mempertahankan jabatan Gubernur. Ia juga memastikan Atut akan mengikuti proses yang sedang berlangsung baik hukum atau surat resmi dari Kemendagri terkait penonaktifan jabatan sebagai gubernur.

“Kalau seandainya itu surat dia terima prosesnya melalui pemerintah provinsi ke KPK, ya tentu dia akan dengan sukarela melimpahkan kewenangannya itu, tapi masalahnya sampai saat ini memang dia belum terima, dia tidak ingin musibah yang ia terima kemudian harus ditanggung oleh warga Banten,” jelas Sukatma.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menegaskan akan segera mengirimkan surat nonaktif untuk Ratu Atut Chosiyah setelah ditetapkan sebagai terdakwa. Atut ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (20/12/2013) dalam kasus suap sengketa pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga melibatkan adik kandungnya Tubagus Chaeri Wardhana.(GWH)