Penutupan Lebak Bulus, Dishub dan PT MRT Tidak Profesional

Foto: istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan menyebut Dishub DKI dan PT MRT tidak profesional. Menurutnya, penundaan penutupan terminal yang sedianya sebagai waktu jeda untuk sosialisasi lanjutan, tidak direspons dengan baik.

“Mestinya ada langkah-langkah dari Dishub untuk mengencangkan sosialisasi untuk melakukan pendekatan atau dialog pasca pernyataan Gubernur tentang penundaan penutupan demi dilakukannya sosialisasi kembali,” katanya saat ditanya wartawan di Jakarta, Rabu (8/1).

Nainggolan mengaku sejauh ini belum ada pendekatan yang serius yang dilakukan Dishub DKI.

“Mereka masih bersikeras aja dengan pola pikir pokoknya… pokoknya. Saya sudah ingatkan agar mereka berdialog dengan pendekatan yang baik agar ada solusi. Bukan logika pokoknya, maunya saya,” ujarnya.

Nainggolan menambahkan, ada tahapan sosialisasi yang mesti dilakukan stakeholder hingga pemahaman bisa sampai ke masyarakat.

“Apalagi ada proses pemindahan jalur AKAP ke tiga terminal. Saya menilai PT MRT ini tidak profesional kerjanya,” lanjutnya.

Seharusnya, ujar Nainggolan, dibangun terminal transit alternatif di sekitar area yang berdekatan dengan Lebak Bulus.

“Di situ juga disediakan loket-loket yang dulu ada di dalam Terminal Lebak Bulus dipindahkan ke situ. Juga petugas lapangannya dipindahkan ke sana. Jadi bus-bus akap itu dari trayek manapun diarahkaan ke sana,” paparnya.(GWH)

Berita Terkait

BAGIKAN