Keluarga Turis Yang Tewas di Bali Tak Percayai Polisi

Foto: ABC

Denpasar, Sayangi.com – Keluarga turis Australia yang meninggal di Bali tidak ingin proses penyelidikan dilakukan oleh pihak berwenang di Indonesia. Mereka minta jenazah dua anggota keluarganya dikirim ke Australia.

Pihak keluarga mengatakan, ia telah minta pihak Indonesia untuk tidak melakukan autopsi, karena mereka lebih memilih autopsi dilakukan di Australia. Sebelumnya, pihak berwenang di Indonesia menyatakan, hasil penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian bisa memakan waktu berminggu-minggu.

Malcolm Bischoff, saudara Noelene mengatakan, pihak keluarga sudah mengikuti perkembangan kasus ini melalui media, dan meragukan informasi yang diberikan oleh pihak berwenang Indonesia. “Kami cukup khawatir setelah mendengar wawancara dengan kepala koki di restoran tersebut yang mengatakan semua tamu yang juga makan di sana baik-baik saja,” ujar Malcolm.

Ketua tim forensik di Rumah Sakit Sanglah Bali, dr Ida bagus Putu Alit mengatakan pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kedua warga Australia tersebut tersedak dan akhirnya meninggal. Dr Ida mengatakan, timnya belum bisa menarik kesimpulan, karena membutuhkan sekitar 14 hari untuk mendapat hasil dari tes racun dan lainnya.

Menurutnya, juga ada banyak kemungkinan soal penyebab kematian keduanya. Sebelumnya ada spekulasi bahwa keduanya keracunan makanan dari ikan yang dimakannya. Tetapi Malcolm mengatakan dirinya tak percaya jika keduanya memiliki alergi terhadap makanan. “Saya tidak mengetahui kalau keduanya memiliki alergi terhadap makanan. Ibu saya tinggal bersama keduanya selama sembilan tahun dan ia pun tidak tahu soal itu,” ujar Malcolm.

Sementara itu manajer restoran di resor tersebut, Giovanni Bareato, menyangkal tuduhan kalau makanan menjadi penyebab kematian. Kepada ABC ia mengatakan pengunjung lainnya pun makan makanan yang sama dan tak ada laporan yang jatuh sakit.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menolak berkomentar soal kemungkinan penyebab kematian, tapi mereka mengatakan Konsulat Jenderal Australia di Bali bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk mendapatkan jawabannya. Merekapun menyediakan bantuan bagi keluarga korban. (MSR/ABC)