Menkeu: Kerugian Revisi Harga Elpiji Tangungjawab Pertamina

Ilustrasi foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri di laman Kementerian Keuangan menegaskan, penetapan harga gas elpiji 12 kilo gram (kg) berada di tangan Pertamina, bukan Pemerintah.

Oleh karena itu, dampak yang timbul akibat revisi harga elpiji, menurut Menkeu, bukan merupakan kerugian bagi Pemerintah, melainkan beban kerugian yang ditanggung Pertamina.

Menkeu menjelaskan, dengan adanya revisi harga elpiji 12 kg, Pertamina masih akan mengalami kerugian, karena harga elpiji 12 kg belum mencapai harga keekonomian. Namun demikian, Menkeu menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menanggung kerugian tersebut. “Pemerintah enggak menanggung rugi. Pertamina yang menanggung,” ungkap Menkeu.

Terkait dampak kenaikan harga elpiji 12 kg dengan inflasi, Menkeu meyakini kenaikan tersebut tidak akan berpengaruh besar terhadap inflasi. Kalaupun ada, diperkirakan efek kenaikan inflasi berkisar 0,13 persen. “Efek inflasinya 0,13 persen. Kalau tadi naiknya Rp 1.000, itu tadinya naik Rp 4.000, ya berarti efek inflasinya jauh lebih rendah dari 0,13 persen. Sehingga kalau kenaikan harga sih enggak ada pengaruhnya, apalagi kalau betul kenaikannya Rp 1.000 itu ya,” pungkas Menkeu. (MSR)