LSM Minta Kejati Usut Dugaan Mark-up Rp60 M di Ogan Ilir

Foto: Ardhy

Palembang, Sayangi.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pengawasan Pembangunan Public Control (PPPC) pada aksi di depan kantor Kejakasaan Tinggi (Kejati) Sumsel (8/10) meminta Kejati agar mengusut tuntas dugaan pengelembungan (mark-up) pembangunan fisik di kabupaten Ogan Ilir (OI).  

Penggelembungan terkait pembangunan gedung kantor inspektorat, gedung Bappeda, gedung Pelayanan Umum, Pembangunan gedung kantor K1, K2 dan K3 pekerjaan Landscape area gedung kantor bupati OI dan Kabag Area Kabupaten dan Kolam Retensi tersebut  diduga mencapai Rp. 60 Miliar tepatnya 60.129.500.000 dari anggaran APBD TA 2013.

Koordinator Aksi Desiefri mengatakan bahwa mereka telah melakukan investigasi ke lapangan.  “Banyak yang tidak sesuai dengan RAP dan Spek. Baik dari beton dan besi tidak sesuai. PPK-nya dan Pemborongan nya siapa kita tahu. Kabupaten Ogan Ilir ini sepertinya telah Amburadul,” kata Desiefri.

Menurut Desiefri, mereka meminta agar Kejati dapat menindaklanjuti dugaan kasus korupsi ini dengan indpenden dan tanpa tekanan dari pihak lain.

Kedatangan mereka juga menuntut janji Asisten Intel Kejati Sumsel Aidil Wahyu Wijaya yang pernah mengatakan ada dugaan kasus korupsi di Ogan Ilir yang aggaran, Rap dan Spek yang tidak sesuai. “Mana janjinya, kami kesini menagih janji agar dugaan korupsi yang terjadi di kabupaten Ogan Ilir ditindaklanjuti,” pungkas Desiefri.

Para pendemo ini ditemui oleh pihak Kejati melalui Asisten Intel Kejati Sumsel didampingi Kasi III Produksi Sarana Intelejen Kajati Sumsel, Khaidirman,SH dan Aidil Wahyu Wijaya.

Desiefri pun menyerahkan berkas kepada pejabat Kajati Sumsel tersebut.   “Kita terima laporan dan berkas investigasinya.  Segera kita tindak lanjuti, jika ada indikasi kita teruskan dan jika tidak terbukti kita tutup. Kita juga akan melihat syarat dan data sesuai PP nomer 7 tentang dimulainya penyidikaan dugaan tindak pidana korupsi,” ujar Aidil.

Berdasarkan laporan para pendemo, pembangunan gedung tersebut menggunakan Diva sebesar 60 miliar dengan dugaan penyelengan anggaran 25 milar.

“Kita lakukan pemeriksaan data dan juga mengambil keterangan saksi-saksi jika ada indikasi akan kita naikan ke penyidikan, ” ucap pihak Kejati Aidil.(VAL).