Hariman Siregar : Munculnya Jokowi adalah Wujud Potong Generasi

Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Mengomentari unggulnya elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai Calon Presiden 2014 versi sejumlah lembaga survey, Aktifis Malari 1974 Hariman Siregar menyebutnya sebagai keinginan masyarakat untuk melakukan potong generasi.

“Di usianya yang masih 53, Jokowi mengalahkan tokoh-tokoh tua,” cetus Hariman dalam Diskusi Indonesia Democracy Monitor, di Jakarta, Rabu (8/1) sore.

Namun pencalonan Jokowi, tambah Hariman, masih tergantung keputusan para Ketua Umum partai politik yang ada, khususnya PDI Perjuangan tempat Jokowi melabuhkan karir politiknya.

“Mengingat pengalaman dua pemilu yang lalu, paling banyak hanya tiga partai politik yang bisa meraih di atas 10 persen. Dan sekarang dengan ketentuan Presidential Threshold 20 Persen, saya rasa hanya PDI Perjuangan yang bisa mencalonkan sendiri calon presidennya,” terang Hariman.

Namun, meskipun hasil jajak pendapat menempatkan Jokowi di posisi teratas, namun belum tentu juga PDI Perjuangan atau partai-partai lainnya mengusung Jokowi sebagai Capres.

“Kalau sampai Jokowi tidak mendapatkan karcis, saya rasa partai-partai politik benar-benar hanya mementingkan diri sendiri dan mengisolasikan dirinya dari aspirasi masyarakat luas,” bebernya.

Hal yang positif dari kemunculan Jokowi, tegas Hariman, adalah keinginan masyarakat luas untuk melakukan potong generasi, sekaligus sebagai anti-thesa terhadap demokrasi yang telah dibajak oleh segelintir orang.

Toh begitu, Hariman Siregar tidak terlalu yakin Jokowi mampu mengatasi berbagai persoalan yang diwariskan pemerintahan sebelumnya. Karena rekam jejak Jokowi dalam mengatasi persoalan nasional masih perlu diuji.

“Yang kita hadapi sekarang ini pelemahan negara oleh fundamentalisme pasar. Apakah Jokowi nantinya bisa mengatasi itu? Itu yang saya, terus terang belum tahu,” tandas Hariman. (MD)