Yusuf Lakaseng: Usut Tuntas Kematian Anita, TKW Asal Sulteng

Foto: Istimewa

Palu, Sayangi.com – Politisi dari Partai Hanura Yusuf Lakaseng mendesak pemerintah RI untuk mengusut tuntas kasus Anita, TKI asal Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah yang meninggal di Kesultanan Oman. Atas kejadian tersebut, Yusuf mendesak pemerintah untuk melakukan protes keras kepada pemerintah Oman.

“Kematian TKW asal Sigi tersebut harus diusut dengan tuntas, jenazahnya harus dioutopsi oleh polisi. Pihak pemerintah RI harus mengajukan protes pada pemerintah Oman. BNP2TKI harus pro aktif mengadvokasi kasus ini. Inilah saatnya BNP2TKI membuktikan kerjanya dalam melindungi nasib para TKI di luar negeri,” kata yusuf kepada Sayangi.com, Rabu (8/1).

Yusuf, yang juga Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Tengah menilai peristiwa ini menunjukan kalau perlindungan TKI selama ini tidak di lakukan dengan baik. Hal ini juga menjadi bukti pengabaian negara ini terhadap rakyatnya baik di dalam maupun di luar negeri.

Untuk menghindari bertambahnya jumlah korban sia-sia, Yusuf memandang perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengiriman TKW ke luar negeri. Apalagi banyak di antara mereka yang rela meningalkan anaknya yang masih kecil.

“Sudah saatnya pengiriman TKW keluar negeri harus dievaluasi, karena menyangkut nasib jutaan rakyat. Ini otokritik terhadap pembangunan ekonomi kita selama ini yang salah urus,” kata Yusuf.

Seperti diberitakan, sorang TKI asal Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah, Anita binti Nico Sondak Yohanis (35) meninggal dunia di Kesultanan Oman, Timur Tengah. Jenazah Anita tiba di tanah air Selasa (7/1) setelah diterbangkan menggunakan pesawat komersial.

Pihak keluarga mendapati beberapa kejanggalan dalam kasus kematian Anita, apalagi terdapat sejumlah jahitan pada tubuhnya. Jenazah Anita yang telah sampai di rumah duka, kemudian dikirim ke RS Bhayangkara kota Palu untuk diselidiki penyebab kematiannya.

Keluarga korban mendapatkan informasi kematian Anita sekitar sebulan lalu, dan harus menunggu proses pemulangan jenazah yang berlangsung lebih sebulan.