Banjar Revitalisasi Benteng Nassau Sebagai Cagar Sejarah

Foto: sejarahbudayanusantara.weebly.com

Martapura, Kalsel, Sayangi.com – Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, merevitalisasi keberadaan Benteng Nassau sebagai cagar sejarah dalam peperangan Suku Banjar melawan penjajah Belanda tahun 1859.

Seperti dikutip dari siaran pers Humas Pemerintah Kabupaten Banjar, Kamis (9/1) mengatakan Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh menaruh perhatian besar terhadap tempat-tempat cagar sejarah di Banua termasuk Benteng Nassau.

Benteng Nassau ini perlu segera direvitalisasi sebagai tempat edukasi sejarah bagi generasi berikutnya. Tempat ini juga bisa dijadikan objek wisata andalan daerah mengingat di lokasi juga ada terowongan pengangkutan batu bara pertama di Kalimantan, kata Khairul Saleh di sela menandangani Prasasti Benteng Masau.

Menurut dia berdasarkan dokumentasi, terowongan ini tersimpan rapi di Museum Tropen Nederland, Belanda.

Bupati H Khairul Saleh, meminta dinas terkait segera melakukan inventarisir dan perencanaan cermat sebagai langkah awal revitalisasi meski sebelumnya telah dilakukan perawatan dan pemeliharaan.

Dijelaskan dengan keberadaan benteng tersebut yang berada Desa Benteng Kecamatan Pengaron, maka daerah tersebut bisa menjadi pusat perhatian masyarakat luas, terutama para sejarawan nasional maupun dunia.

Bupati mengatakan daerah ini memiliki cagar sejarah bernilai tinggi, berupa bangunan benteng pertahanan sekaligus tempat pertambangan batu bara terowongan pertama di Kalimantan yang dibangun pemerintah kolonial Belanda.

Berdasarkan catatan sejarah, benteng bernama Oranje Nassau (Benteng Emas) ini dibangun pada tahun 1849, merupakan tempat awal terjadinya Perang Banjar 30 Juni 1859- 1905.

Di mana perang Banjar merupakan perang paling terlama dan heroik dan sempat membuat Belanda putus asa terlebih dengan tenggelamnya Kapal Perang Belanda Onrust, pada 1858, di perairan Muara Teweh Kalteng oleh Pasukan Pangeran Antasari.

Melalui prasasti sejarah ini, maka siapapun yang berkunjung di Benteng Oranje Massau, memori ingatakannya akan mengenang betapa besarnya jasa-jasa pahlawan Banjar dalam melawan penjajahan pada masa dulu.

Sehingga informasi perjuangan yang ada pada prasasti ini bisa disebarluaskan kepada masyarakat lainnya, bahwa di Pengaron merupakan daerah titik awal pecahnya Perang Banjar. (VAL).

Berita Terkait

BAGIKAN