Meski Makan Pecel Lele, Arema Mampu Imbangi Hamburg

Foto: Arema

Malang, Sayangi.com – Hasil imbang 2-2 yang diraih Arema Cronus saat menghadapi tim Bundesliga Hamburger SV mematahkan prediksi banyak pihak bahwa tim Singo Edan akan kalah telak. Hasil tersebut sekaligus membuktikan bahwa gaya sepakbola Malangan mampu mengatasi gaya sepakbola Eropa.

CEO Arema Cronus, Iwan Budianto mengibaratkan bahwa pemainnya yang biasa makan pecel mampu imbangi pemain yang biasa makan hamburger. “Ternyata, pemain yang suka  makan pecel bisa imbangi pemain yang biasa makan hamburger. Kali ini, pemain Arema membuktikannya,” ungkapnya.

Permainan meyakinkan Hamburger  sejak menit pertama sempat membuat pemain-pemain Arema Cronus kewalahan. Seperti sudah mempelajari di babak pertama, pada babak kedua mereka mampu mengimbangi permainan Hamburger.

Atas hasil yang dicapai Arema Cronus tersebut pelatih Arema Cronus, Suharno mengaku cukup bangga dengan perjuangan maksimal  yang sudah ditunjukkan anak didiknya. “Saya ucapkan terimakasih pada anak-anak. Mereka sudah berikan yang terbaik, kalah dua menang dua,”  ucapnya.

Pada pertandingan persahabatan yang digelar di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Senin (6/1) lalu, Arema di repotkan dengan permainan cepat ala tim Bundes Liga Jerman diperagakan oleh Hamburger SV sejak peluit babak pertama dibunyikan. Sentuhan bola dari kaki ke kaki yang mengalir cepat coba menekan pertahanan tim Singo Edan yang digalang  oleh Victor Igbonefo dkk.

Beberapa peluang berhasil dipatahkan oleh pertahanan tim Arema Cronus. Peluang berbahaya diciptakan oleh Rafael van der Vaart pada menit 14, namun tendangannya masih melambung diatas mistar gawang Kurnia Meiga.

Selang satu menit kemudian giliran Arema Cronus coba ancam gawang Hamburger yang dikawal oleh Drobny Jaroslav, sayang sodoran umpan Ahmad Alfarizi masih belum dimaksimalkan dengan baik oleh Christian Gonzales.

Lolos jebakan offside di menit 21, Gonzales nyaris koyak jala Hamburger namun sayang kiper Hamburger  keburu keluar sarang.Hanya satu menit setelah peluang Gonzales tersebut, Hamburger mendapatkan hadiah penalti setelah Benny Wahyudi melanggar Ilicevic Ivo di kotak penalti. Rafael van der Vaart yang bertugas sebagai algojo penalti melaksanakan tugasnya dengan baik. 0-1 Hamburger memimpin sementara.

Gonzales akhirnya membawa Arema Cronus menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah berhasil menjebol gawang Hamburger di menit 31 memanfaatkan umpan Alfarizi dari sektor kiri gawang Hamburger.

Melalui permainan cepatnya, Hamburger SV berhasil kembali unggul pada menit 41 oleh gol Zoua Jaques setelah tendangan kerasnya gagal diantisipasi oleh Kurnia Meiga. Hingga turun minum, kedudukan masih tetap 1-2 untuk keunggulan Hamburger SV.

Arema Cronus akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Sunarto yang baru masuk dua menit menggantikan Samsul Arif, berhasil mencetak gol di menit 55 setelah menerima umpan matang Irsyad Maulana.

Sementara itu, aksi kelompok suporter Arema Cronus, Aremania, dalam pertandingan persahabatan di Stadion Kanjuruhan, Senin (6/1) malam WIB, membuat para pemain Hamburg terkesan.

Menjelang pertandingan, Aremania sudah menggelar sejumlah atraksi di tribun. Mereka bernyanyi, menabuh drum, bergerak secara sinkron dari kiri ke kanan, serta melontarkan roket ke udara.

Aksi ini rupanya menarik perhatian para pemain Hamburg. Mereka mengabadikan momen tersebut dari tengah lapangan dengan menggunakan telepon genggam.

“Anda akan merinding. Sungguh tidak disangka. Ini sesuatu yang belum pernah saya alami,” ujar gelandang Tolgay Arslan kepada Hamburger Morgen Post.

“Mereka sungguh kreatif. Luar biasa. Saya juga belum pernah melihat hal seperti ini,” timpal direktur olahraga Oliver Kreuzer. (Arema)

[iframe width=”420″ height=”315″ src=”//www.youtube.com/embed/yRXBWGvCQXo” frameborder=”0″ allowfullscreen ]

Berita Terkait

BAGIKAN