Usai Diperiksa KPK, Bambang W Soeharto Ketakutan

Foto: Sayangi.com/Dok

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Hanura Bambang W Soeharto usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk tersangka kasus suap Kajari Praya, Lombok Tengah, Subri. Namun, saat keluar gedung KPK, dirinya terlihat begitu ketakutan.

Dia mencoba menghindari wartawan yang ingin menanyakan soal pemeriksaan kali ini, terutama terkait dugaan perintah kepada anak buahnya Lusita Anie Razak agar menyuap Subri.

“Tidak, saya tidak pernah memberi perintah,” kata Bambang sambil terus menerobos kerumunan wartawan.

Bambang juga menegaskan dalam kasus ini belum selesai.
“Kasus ini belum selesai,” ungkap Bambang yang kemudian menutup pintu mobil.

Kasus suap Kajari Praya ini berawal dari tertangkapnya KajaTi Praya, Subri bersama seorang perempuan Lusita Ani Razak di sebuah hotel. Saat terjaring OTT, tengah terjadi penyerahan uang dari Lusita ke Subri.

Uang suap diberikan untuk pengurusan perkara pemalsuan sertifikat tanah yang tengah ditangani Kajari Praya. Diduga, tanah yang tengah diperkarakan adalah tanah lahan wisata di pantai Praya.

Nama Bambang W Soeharto kemudian terseret ketika KPK mengeluarkan surat cegah. Ternyata, Lusita adalah salah satu petinggi di perusahaan milik Bambang, PT Pantai Aan yang bergerak di bidang pariwisata pantai.(GWH)