Perencanaan Tata Ruang Lemah Akibatkan Jakarta Macet

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Pihak Polda Metro Jaya menganggap perencanaan pembenahan tata ruang dan kota yang lemah menyebabkan terjadi kemacetan lalulintas di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Kemacetan ini karena tidak ada ‘blue print guna mengatasi kemacetan,” kata Wakil Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Sambodo dalam acara deklarasi Indonesia Traffic Watch (ITW) di Jakarta Kamis, seperti dikutip Antara.

Sambodo menyatakan tingkat kemacetan lalulintas di wilayah Jakarta dan sekitarnya semakin parah sejak November – Desember 2013 hingga Januari 2014.

Berdasarkan survei penelitian yang dilakukan JICA sekitar 1998, Sambodo menyebutkan jalanan di Jakarta diperkirakan akan macet total pada 2014 karena volume kendaraan tidak seimbang dengan pertambahan ruas jalan.

Dia mengatakan “blue print” tata ruang dan kota duperlukan untuk mengurangi mengurangi kemacetan dan menambah ruas jalan. Selain persoalan tata ruang dan kota, dia mengungkapkan persoalan kemacetan diakibatkan kebijakan pemerintahh pusat dan pemerintah daerah tidak berjalan bersamaan.

Namun, Sambodo menuturkan pihaknya dengan dukungan pemangku kepentingan lain berusaha mengurangi kemacetan melalui kebijakan makro dan mikro. Kebijakan tersebut antara lain, meninggikan harga kendaraan, menaikan tarif parkir dan pemberlakuan pajak progresif.

“Harus ada kebijakan ekstrim dengan pembatasan jumlah kendaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Indonesia Traffic Watch Edison Siahaan menambahkan masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding angkutan umum hingga terjadi kemacetan lalulintas.

“Persoalan itu berdampak secara multidimensi karena masyarakat menjadi tidak produktif dalam seluruh bidang,” ungkap Edison seraya menambahkan tingkat budaya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas masih rendah.

Edison mengimbau pemerintah segera mengambil kebijakan untuk mengatasi kemacetan seperti penyediaan angkutan massal dan menambah kapasitas jalan.

Pada acara deklarasi ITW, mantan Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Noegroho Djayusman didapuk menjadi Dewan Penasehat lembaga yang konsen pada bidang lalulintas dan transportasi tersebut.(S2)