Hingga Jumat Dini Hari, Para Sahabat Setia Menanti Anas di Rumah

Jakarta, Sayangi.com – Ada yang terlihat rasa kantuk di wajahnya. Ada pula yang berbincang santai sembari menghisap cerutunya, dan ada pula yang memilih berdiam diri, hanya mengotak-atik handphone mirip BlackBerry di genggamannya.

Itulah yang terlihat dari puluhan sahabat Anas Urbaningrum di kediamannya, Jalan Teluk Langsa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2014) malam. Mereka setia menanti untuk bertemu dengan Anas beberapa jam sebelum pemanggilan kembali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Anas, Jumat (10/1/2014).

Para sahabat Anas yang setia menanti ini kebanyakan loyalis-loyalisnya, baik dari Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) maupun kader dan alumni HMI yang melihat bahwa Anas sebagai senior HMI dizalimi. Kasus yang menimpa Anas mereka anggap merupakan upaya meruntuhkan kekuatan politik Anas dengan menggunakan tangan hukum.

“Kita sekadar menemani, kita kasihan dengan apa yang menimpa beliau,” kata Anto, salah satu sahabat Anas.

“Saya lihat dari awal musuh Anas sebenarnya bukan KPK ataupun hukum, tapi penguasa, SBY,” tambahnya. Tampak terlihat dari mukanya rasa iba yang mendalam.

Hal serupa juga diungkapkan Imam. Sahabat Anas yang setia menunggu hingga larut malam ini mengaku datang karena simpati. Dia melihat kasus Anas dipaksakan, dan KPK sudah keluar dari jalurnya sebagai penegak hukum.

“Coba lihat, semua orang dipanggil agar Anas bisa ditahan. Bahkan orang yang dulu di Hanura, juga dipanggil dan ditanya soal kongres Demokrat. Kan enggak nyambung. Tapi itulah KPK, sudah seperti Tuhan,” katanya.