Kejati Periksa 17 Tersangka Mark-up Harga Tanah RSU Nias Selatan

Medan, Sayangi.com – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara memeriksa dua orang saksi atas 15 tersangka korupsi pengadaan tanah seluas 60.000 meter persegi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Nias Selatan senilai Rp7,5 miliar tahun anggaran 2012.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut, Chandra Purnama di Medan, Jumat (10/1), mengatakan kedua saksi yang diperiksa itu, yakni Asa’aro Laia, Sekda Nias Selatan (Nisel) dan Firman A Dachi pemilik tanah 60 ribu meter persegi.

Kedua saksi tersebut, menurut dia, dimintai keterangan penyidik Kejati Sumut di salah satu ruangan di Polda Sumut, Kamis (9/1) pagi hingga sore hari.

“Kedua saksi (Asa’aro dan Firman) diperiksa di institusi hukum itu, karena mereka juga status tersangka dalam kasus bibit unggul dan ditahan di Polda Sumut,” ucap Chandra.

Dia menyebutkan, dua tim pemeriksa Kejati Sumut, khusus datang ke Polda Sumut untuk memeriksa pejabat Pemkab Nisel dan warga masyarakat tersebut.

“Ini biasa dilakukan tim penyidik Kejati Sumut dengan Polda Sumut dan dalam kerja sama pengusutan kasus korupsi yang merugikan keuangan negara,” ujar juru bicara Kejati Sumut.

Ketika ditanya mengenai materi pemeriksaan terhadap kedua saksi tersebut, Chandra tidak bersedia menjelaskan karena hal ini adalah menyangkut masalah teknis tim pemeriksa.

“Materi pemeriksaan tersebut belum dapat dijelaskan atau dipublikasikan dan ada saatnya nanti akan disampaikan,” kata Chandra.

17 tersangka yang ditetapkan tersangka oleh Kejati Sumut  tersebut diduga telah “memark-up” atau menggelembungkan harga pengadaan dua persil tanah seluas 60.000 meter persegi yang menjadi lokasi pembangunan RSUD Nisel.

Dari 17 tersangka itu, terdapat nama Sekretaris Daerah Nisel, AS yang juga Ketua Panitia Pengadaan Tanah Kabupaten Nisel 2012, Kepala BPN Nisel, AMS dan TT, wakil ketua panitia pengadaan tanah.

Tersangka LZ, NS, WN, MD, FL yang merupakan anggota panitia pengadaan tanah tersebut.

Kemudian, AW, PPAT Kecamatan Fanayama, SZ, ketua tim penaksir harga, SS, sekretaris penaksir harga, ID, YD, AD, SS, dan ABS adalah anggota tim penaksir harga.

Selain itu, dua orang pihak swasta yang ikut jadi tersangka, yaitu FAD, dan SMD.

Kedua orang warga sipil itu, ditetapkan sebagai tersangka, hari Selasa (29/10).

Berita Terkait

BAGIKAN