Efek Samping Melakukan ‘Waxing’ Organ Intim Wanita

Foto: www.venusbuzz.com

Jakarta, Sayangi.com – Apakah anda termasuk salah satu orang yang sering mencukur bulu kemaluan? Biasanya demi mendapatkan penampilan yang sempurna dan terlihat seksi, seringkali banyak wanita yang berusaha untuk menghilangkan bulunya. Salah satu cara menghilangkan bulu yang diangap mengganggu adalah dengan cara waxing yang memang seringkali dilakukan di kaki, ketiak atau bahkan area kewanitaan.

Selain waxing juga banyak wanita yang melakukan proses pengangkatan bulu secara permanen dengan menggunakan laser. Namun tahukah anda bahwa melakukan waxing atau proses pengangkatan bulu secara permanen dengan menggunakan laser pada bulu kemaluan ternyata dapat menyebabkan resiko yang berbahaya bagi para wanita. Banyak para wanita yang pada akhirnya menyesal setelah melakukan proses pengangkatan bulu dengan menggunakan laser.

Pada dasarnya bulu kemaluan berkhasiat mengurangi pergesekkan pada saat berhubungan intim dengan pasangan yang selanjutnya dapat mengakibatkan rasa perih pada bagian vagina yang hanya memiliki sedikit bulu.

Selain itu, pengangkatan bulu kemaluan dapat memberikan efek yang tidak baik bagi kesehatan alat kelamin. Hal tersebut disebabkan bulu kemaluan juga memiliki fungsi untuk menjaga vagina dari bakteri dan bakteri patogen yang tak diinginkan.

Penghilangan bulu kemaluan secara alami dapat mengiritasi dan menginflamasi kantung rambut yang tertinggal sehingga menyisakan luka terbuka. Ketika iritasi bergabung dengan kondisi hangat dan lembab dari area vital, maka ini akan menjadi tempat yang baik bagi perkembangan bakteri patogen.

Berikut beberapa resiko kesehatan yang berbahaya akibat melakukan waxing :

Selulitis
Infeksi bakteri yang berpotensi mengancam kesehatan kulit dan jaringan di bawahnya.

Herpes
Infeksi kronik jangka panjang yang dapat menyebabkan rasa sakit pada alat kelamin dan sekitarnya. Virus ini bisa masuk ke tubuh melalui luka.

Kutil kelamin
Tumbuhnya daging kecil atau benjolan yang muncul di sekitar daerah kelamin atau dubur. Biasanya hal ini disebabkan oleh Human Papilomavirus (HPV)

Impetigo
Infeksi bakteri yang dapat menyebabkan luka merah dan bisa pecah. Ketika luka tersebut pecah biasanya akan keluar cairan fluida yang menyebabkan kerak berwarna kuning kecokelatan pada kulit

Moluskum Kontagiosum
Gangguan ini sering terjadi pada wanita yang sering melakukan waxing. Moluskum Kontagiosum ini dapat membuat kulit rusak dan akan terlihat jelas saat akar rambut dipotong atau dirobek.

Rambut tumbuh ke dalam
Biasanya setelah waxing, rambut baru akan mulai tumbuh. Namun karena penggunaan lilin pada saat proses waxing dilakukan, maka rambut akan terjebak di bawah permukaan yang menyebabkan benjolan disertai iritasi dan menyebabkan infeksi dalam waktu lama.

Bisul

Bisul ini disebabkan oleh bakteri staphylococcus dan menyebabkan area itu terkena radang dan berisi nanah.

Untuk itulah sebelum memutuskan mencukur bulu kemaluan, ada baiknya pertimbangkan terlebih dahulu resiko kesehatan yang dapat muncul.
Setelah mengetahui berbagai dampak negatif dan penyakit yang mengancam apabila anda melakukan waxing, maka masihkah anda mau melakukan waxing demi penampilan yang sempurna? (berbagaisumber)

Berita Terkait

BAGIKAN