Heroik, Remaja Ini Korbankan Nyawa Cegah Sekolahnya Dibom

Foto: Daily Online

Peshawar, Sayangi.com – Kepala Polisi di sebuah wilayah di baratlaut Pakistan menyatakan, Aitzaz Hassan, remaja yang tewas saat mencoba menghentikan seseorang yang mencoba mengebom sekolahnya, layak mendapat penghargaan sipil tertinggi di negara itu.

Aitzaz Hassan (berusia sekitar 14 tahun), seorang pelajar di distrik Hangu di Provinsi Kyber Pakhtunkhwa, pada Senin lalu mencegah pengebom yang mencoba menyerang sekolahnya, saat ratusan siswa – ada media yang melaporkan 1.000 siswa – lain sedang belajar di dalam sekolah tersebut. Hassan tewas di rumah sakit setelah pengebom itu – lantaran perlawanan Hassan yang gagah berani – akhirnya meledakkan bomnya sekitar 150 meter dari gerbang sekolah. Tidak ada orang lain yang terluka atau tewas dalam insiden heroik itu.

Nasir Khan Durrani, Kepala Polisi Khyber Pakhtunkhwa menulis surat kepada Menteri Besar provinsi itu dan merekomendasikan agar Hassan mendapat penghargaan anumerta, demikian pernyataan polisi yang dipulikasikan Kamis (9/1). “Pengebom bunuh diri itu mencoba memasuki sekolah saat ratusan siswa tengah belajar. Aitzaz Hassan mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan nyawa ratusan kawan-kawannya dan menghentikan upaya pengebom itu dengan gagah berani,” bunyi pernyataan tersebut.

“Ia telah menyelamatkan nyawa ratusan siswa tak bersalah dengan keberaniannya yang luar biasa,” tambah pernyataan tadi. Pakistan mempunyai beberapa kategori penghargaan untuk sipil dan terserah kepada Pemerintah, penghargaan kategori apa yang akan diberikan kepada Hassan.

Sementara itu, ayah Hassan, Mujahid Ali Bangash kepada AFP mengatakan, ia tidak merasakan kesedihan, namun justru bangga dengan kematian anak lelakinya. “Banyak orang datang kepada saya, tapi jika mereka ingin menyatakan simpati, saya katakan pada mereka untuk memberi selamat saja karena saya sudah menjadi ayah dari seorang syuhada,” katanya.

“Saya akan lebih bahagia jika anak kedua saya juga mengorbankan diri untuk negara,” tambahnya. Media lokal menyebut Hassan sebagai seorang pahlawan, sementara media sosial menyerukan penganugerahan penghargaan kepadanya. Sebuah editorial di harian berbahasa Inggris “Dawn” menyatakan, keberanian Hassan seharusnya menjadi inspirasi bagi warga Pakistan lain dan menjadi pelajaran bagi pihak berwenang untuk berani berdiri menentang para ekstremis. (MSR/Mail Online)

Berita Terkait

BAGIKAN