Fenomena Penahanan Koruptor di Jumat Keramat

Foto: Document

Hari Jumat seakan menjadi hari keramat bagi para penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengeksekusi para target tersangka kasus korupsi.

Seperti Jumat pekan ini (10/01), KPK kembali memanggil Anas Urbaningrum, tersangka kasus gratifikasi P3SON Hambalang, setelah sebelumnya Anas mangkir dari panggilan KPK pada Selasa (7/01). Dari pantauan Sayangi.com, KPK bahkan sudah menyiapkan sel tahanan khusus untuk Anas Urbaningrum.

Tak hanya Anas, pada Jumat ‘keramat’ (20/12/2013) lalu, KPK juga memeriksa sekaligus menahan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Atut dijerat dalam 2 kasus sekaligus, yaitu kasus suap penanganan sengketa Pemilukada Kabupaten Lebak di MK yang juga melibatkan mantan Ketua MK Akil Mochtar dan adiknya, Tubagus Chaery Wardana. Atut juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan atau Alkes Banten.

Demikian pula yang terjadi dengan mantan Puteri Indonesia 2001, Angelina Patricia Pingkan Sondakh, janda Almarhum Ajie Massaid ini juga ditahan KPK di Jumat ‘keramat’ tepatnya pada 27 April 2012 silam. Mantan Wasekjen DPP Partai Demokrat itu divonis bersalah dalam kasus dugaan suap pembahasan anggaran di Kemenpora dan Kemendiknas.

Menurut dokumentasi Sayangi.com, hari Jumat ‘keramat’ paling fenomenal tercatat pada 28 Januari 2011 silam. Tak tanggung-tanggung  KPK mengeksekusi penahanan 19 politisi pada tanggal tersebut. Para politisi tersebut ditahan terkait kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI tahun 2004 yang saat itu menjerat Miranda Swaray Goeltom yang juga ditahan KPK pada hari Jumat  (01/06). Mereka yang ditahan termasuk politisi senior PDIP Panda Nababan dan mantan Menteri Negara Perencanaan Nasional, Paskah Suzetta.

Selain mereka, masih banyak lagi korban-korban Jumat keramat KPK, baik yang ditahan ataupun yang kasusnya mulai diperiksa penyidik saat hari Jumat. Seperti Andi Mallarangeng yang telah mendekam di tahanan KPK terkait kasus Hambalang.

Namun, menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, tidak ada istilah ‘Jumat Keramat’ dalam proses penahanan para tersangka kasus korupsi di KPK. Johan menegaskan bahwa tim penyidik KPK tak pernah sengaja memilih hari Jumat untuk melakukan penahanan tersangka. Ia menambahkan, penahanan tersangka dilakukan setelah dinilai perlu oleh penyidik KPK. Penahanan tidak akan bergantung pada hari atau tanggal tertentu.”Soal penahanan sekali lagi saya tegaskan, saya kira tiap hari Jumat adalah sama dengan hari lainnya,”ujar Johan.

Berita Terkait

BAGIKAN