DK PBB Desak Diakhirinya Pertempuran di Sudan Selatan

New York, Sayangi.com – Dewan Keamanan PBB, Jumat (10/1), mengulangi seruannya kepada semua pihak di Sudan Selatan agar memulai dialog lebih luas guna mengakhiri kerusuhan di negara yang dicabik pertempuran itu.

Perang meletus antara pasukan pemerintah dan oposisi hampir satu bulan lalu di negara tersebut.

Di dalam satu pernyataan pers, anggota Dewan mempertegas tuntutan mereka kepada Presiden Salva Kiir, mantan wakil presiden Riek Machar dan pemimpin lain politik agar “memperlihatkan kepemimpinan mereka dengan segera menyepakati dihentikannya permusuhan dan dimulainya dialog lebih luas”.

Mereka mendesak Machar agar bergerak maju dan menyepakati dihentikannya permusuhan tanpa prasyarat, dan meminta pemerintah di negara termuda di dunia itu, terutama Presiden Kiir, agar membebaskan semua tahanan politik yang saat ini dipenjarakan guna menciptakan suasana yang kondusif bagi dialog yang berhasil.

Anggota Dewan juga menuntut segera diakhirinya semua pelanggaran hak asasi manusia dan pelecehan, demikian laporan Xinhua. Mereka juga menekankan mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban, kata pernyataan tersebut.

DK PBB itu pun kembali menyampaikan seruan mereka kepada semua pihak agar menghentikan kerusuhan, melindungi warga sipil –termasuk warganegara asing dan personel PBB– memberi akses kemanusiaan dan menjamin keamanan prasarana ekonomi, termasuk instalasi minyak serta keselamatan pegawainya.

“Anggota Dewan Keamanan juga dengan kuat mencegah campur tangan asing –yang dapat menambah parah ketegangan politik dan militer,” kata pernyataan tersebut.

Pertempuran meletus di Sudan Selatan, yang baru memperoleh kemerdekaan pada 2011, setelah memisahkan diri dari Sudan, pada 15 Desember, saat Kiir menyatakan tentara-tentara yang setia kepada Machar –yang diberhentikan pada Juli lalu, dilaporkan melancarkan upaya kudeta.

Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengkonfirmasi sedikitnya 231.000 orang telah menyelamatkan diri dari rumah mereka sejak pertempuran meletus. Sementara itu hampir 43.000 orang Sudan Selatan mengungsi ke negara tetangga, termasuk Uganda.

Ketika berbicara setelah Dewan Keamanan menerima penjelasan pada Kamis (9/1), Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Operasi Pemelihara Perdamaian Herve Ladsous mengatakan jumlah korban jiwa “Setahu kami, akan melebihi angka 1.000”.

Dewan Keamanan menerima penjelasan saat Koordinator Bantuan Darurat PBB Valerie Amos mengumumkan pengalokasian 15 juta dolar AS dari Dana Reaksi Darurat Pusat PBB. (Ant)