Polres Bangkalan Telusuri Jaringan Pengedar di Kampung Narkoba

Foto: Antara

Bangkalan, Sayangi.com – Jajaran Polres Bangkalan, Jawa Timur, menelusuri jaringan pengedar di “kampung narkora” guna mencegah maraknya peredaran obat terlarang itu di Bangkalan dan Pulau Madura secara umum.

Kapolres Bangkalan AKBP Sulistijono, Sabtu (11/1) mengatakan telah memerintahkan tim reserse kriminal dan intelkam Polres Bangkalan untuk melakukan penelitian mata rantai peredaran narkoba di daerah itu.

“Kami juga berkoordinasi dengan polres lain di Jawa Timur ini termasuk di Madura, karena menurut hemat kami, jaringan pengedar narkoba ini bukan hanya di Bangkalan saja, akan tetapi juga di luar Bangkalan,” katanya.

Upaya polisi untuk menelusuri jaringan pengedar narkoba ini, menyusul keberhasilan institusi aparat penegak hukum itu menangkap enam orang pengguna dan seorang pengedar dalam operasi yang digelar Kamis (9/1) malam.

Dalam operasi itu, polisi berhasil menangkap seorang pengedar dan enam orang pengguna narkoba jenis sabu-sabu di Dusun Rabesen, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.

Lokasi ini dikenal sebagai “kampung narkoba” oleh masyarakat setempat, karena warga satu desa itu sebelumnya terbiasa bebas melakukan transaksi narkoba. Di dusun itu polisi menemukan warga yang sedang pesta narkoba pada bilik-bilik khusus yang sengaja dibangun sebagai tempat khusus berpesta.

Selain menahan 7 orang tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 9 pocket sabu-sabu seberat 11,72 gram, 5 pocket sisa sabu-sabu seberat 2 gram, dua poket ganja seberat 3,54 gram, dan lima butir pil ekstasi jenis nova.

Barang bukti lainnya yang juga disita petugas ialah dua perangkat alat isap sabu-sabu yang terdiri dari kompor, bong, pipet, serta sebuah sendok sabu-sabu besar, berikut dua buah telepon seluler, dan sebuah blackbery.

Polisi juga menyita tiga unit sepeda motor, satu buah timbangan sabu-sabu dan uang tunai sebesar Rp500.000.

Tujuh tersangka yang ditangkap itu adalah berinisial H (37), warga Dusun Rabesan, Desa Parseh Kecamatan Socah.

“Dia itu merupakan pengedar yang juga sekaligus bandar yang membuat bilik-bilik di kampung itu,” terang Kapolres.

Selanjutnya AR (35), warga Dusun Sentul, Kecamatan Tragah (pengguna), RI (22) Desa Parseh, Kecamatan Socah (pengguna), MM (37) Dusun Rabesan, Desa Parseh, Kecamatan Socah (kurir), dan RS (30), warga Jalan Kunti Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya (pengguna). (ANT)

Tersangka lainnya berinisial JN (27), warga Dusun Pandan Barat, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, sebagai pengguna dan SY (47) warga Kelurahan Sidodadi Gang X/75 Kecamatan Simokerto, Surabaya, juga sebagai pengguna.

Menurut Kapolres di Kabupaten Bangkalan tren penggunaan narkoba memang cenderung mengalami peningkatan, yakni hingga 75 persen.

Ia menjelaskan, selama 2013 pengungkapan kasus narkoba di kabupaten paling barat Pulau Madura itu sebanyak 58 kasus dengan 81 tersangka, sedangkan tahun 2012 sebanyak 33 kasus dengan 54 orang tersangka.

Dari pengungkapan kasus itu selama tahun 2013, polres menyita beberapa barang bukti dari tangan para tersangka, berupa narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 95.11 gram dan ganja 3.11 gram serta satu batang pohon ganja.

“Khusus di kampung narkoba di Desa Parseh ini kan sebelumnya juga pernah dimusnahkan oleh Polda Jatim, tapi rupanya mereka belum jera dan membuat bilik-bilik lagi. Dulu sebanyak 47 bilik narkoba di Desa Parseh ini kami musnahkan,” katanya. (ANT)