Industri Berbahan Kayu di Meranti Lesu

sayangi.com/doc

Selatpanjang, Sayangi.com – Industri berbahan baku kayu seperti perabot di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, mengalami kelesuan bahkan diambang kepunahan disebabkan sulitnya mendapatkan bahan baku kayu dan kurangnya modal untuk membeli peralatan penunjang produksi.

Ketua Asosiasi Perabot Kabupaten Kepulauan Meranti (APKM) Norkholis di Selatpanjang, Minggu, mengatakan, berbagai masalah masih dihadapi para pengusaha pengrajin perabot untuk mempertahankan usaha mereka dari kepunahan dengan mendatangkan bahan baku dari luar serta melakukan budidaya sendiri.

“Kami masih menghadapi kendala berat untuk dapat mempertahankan usaha perabot di daerah ini, salah satunya karena belum jelasnya aturan pemerintah menyangkut suplai bahan baku kayu bagi usaha kami, sehingga kesulitan bahan baku berpengaruh kepada harga jual produk yang tidak mampu bersaing dengan harga pasaran,” ungkapnya.

Untuk bisa mempertahankan sektor usaha ini, katanya, pengusaha perabot mengharapkan perhatian pemerintah melalui Instansi terkait. “Kami juga butuh dukungan promosi produk untuk dikembangkan pemasarannya keluar daerah, serta butuh dukungan modal bagi melengkapi teknologi industri usaha kami,” harapnya.

Menurutnya, dukungan pemerintah sangat berarti, terutama untuk memotivasi para pelaku usaha di daerah ini. “Kami ingin juga berkembang dengan dukungan tenaga kerja yang banyak, sehingga masyarakat di daerah ini tidak hanya menjadi kontraktor proyek yang terus bergantung dengan jadwal pencairan APBD,” ujarnya.

Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir mengaku prihatin atas lesunya sektor usaha industri yang menggunakan bahan baku kayu di Kepulauan Meranti. Untuk menyikapi itu, Pemkab melalui satker terkait akan mengundang para pelaku usaha perabot di daerah itu.

“Pemkab mesti menyerap dulu berbagai informasi dari kalangan pengusaha industri berbahan kayu, seperti perabot. Kita turut prihatin atas lesunya sektor usaha ini. Apa yang menjadi penyebabnya nanti akan kita fasilitasi dengan pihak-pihak terkait. Karena bila ini tidak disikapi maka akan terus berimbas kepada kebutuhan masyarakat luas,” ujar Irwan.

Ia menegaskan, harus ada regulasi yang jelas, serta komitmen dari seluruh instansi terkait dan kalangan pengusaha berskala besar lainnya dalam membina kerjasama dengan sektor usaha kecil dan menengah, seperti pengrajin perabot dan industri galangan kapal di Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Mestinya potensi bahan baku kayu dari sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di daerah ini bisa dimanfaatkan demi keberlangsungan industri perabot dan galangan kapal. Untuk itu, kita akan segera mencari benang merahnya supaya sektor usaha kecil dan menengah ini bisa berjalan dengan baik, tanpa harus berhadapan dengan masalah hukum,” ujar Bupati. (MD/Ant)