BLHD Musirawas Ancam Bongkar Empat Tower

Foto: Antara

Musirawas, Sayangi.com – Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Musirawas, Sumatera selatan, mengancam membongkar empat tower yang tidak memiliki izin lingkungan di wilayah itu.

“Kami akan rekomendasikan untuk membongkar empat tower provioder milik perusahaan swasta di wilayah itu karena diketahui belum memiliki izin lingkungan,” kata Kepala BLHD Musirawas H A Murtin, Selasa.

Ia mengatakan, ke empat tower itu bagian dari puluhan tower yang disegel Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) karena belum membayar retribusi pada 2013.

Pihak BLHD sudah mendapat data bahwa ke empat tower provioder itu belum memiliki izin lingkungan, namun akan diberikan waktu bagi mereka untuk mengurus izin tersebut.

Sebelum izin itu keluar ke empat tower itu belum bisa dioperasikan, namun bila tidak ada niat untuk mengurus izin lingkungan, maka akan direkomendasikan untuk dibongkar, tandasnya.

Keberadaan tower tanpa izin lingkungan itu akan berdampak pada kesehatan masyarakat, disamping sangat rawan bencana yang ditimbulkan dari radiasi tower tersebut, ujar Murtin.

Kepala Dishubkominfo Musirawas Ari Narsa mengatakan, pada akhir 2013 puluhan tower di wilayah itu disegel karena belum membayar retribusi kepada daerah.

Namun hingga akhir Desember 2013 dari puluhan tower itu sudah membayar retribusi, meskipun saat ini masih ada yang belum melunasi kewajibannya terhadap daerah.

Ia menjelaskan, saat ini ada 135 menara telekomunikasi yang telah berdiri dan beroperasi di wilayah Musirawas dan tersebar pada 21 kecamatan termasuk di kabupaten pemkerana Musirawas Utara.

Dari 135 tower itu terdiri jenis provioder sebanyak delapan, empat operator, serta ada pula operator yang merangkap provider, diantaranya XL Axiata, Indosat, STI Ceria dan Telkomsel.

Kepemilikan menara telekomunikasi itu antara lain PT Telkom sebanyak 45 unit, Indosat 30 unit, XL Indo sebanyak 44 unit, STI Ceria sebanyak tujuh unit, kemudian PT Hutchicon Telekomunikasi empat unit, Solusindo satu unit dan terakhir Protelindo sebanyak dua unit, jelasnya. (ANT)