Pato Tinggalkan Corinthians Setelah Diserang Penggemar

Foto: sportsillustrated

Sao Paulo, Sayangi.com – Alexandre Pato mengundurkan diri dari klub Brazil Corinthians untuk pindah ke Sao Paulo menyusul serangan yang didapat sang pemain dari sejumlah penggemar pada akhir pekan silam, kata juru bicara pada Rabu malam.

Mantan penyerang AC Milan Pato, yang selama berbulan-bulan menjadi incaran Tottenham Hotspur, merupakan satu dari tiga pemain yang diserang oleh para penggemar yang menginvasi pusat latihan klub pada Sabtu lalu.

“Kedua klub, Corinthians dan Sao Paulo, telah menandatangani kontrak dan sekarang hanya tinggal sang pemain yang perlu memberikan tanda tangan,” kata juru bicara Corinthians.

Pemain 24 tahun itu sekarang menyeberangi kota untuk bergabung dengan Sao Paulo, di mana Jadson pergi ke arah sebaliknya.

Kepindahan Pato merupakan langkah peminjaman, sedangkan langkah Jadson permanen.

Corinthians akan tetap membayar sebagian gaji Pato dan ia akan dapat dimainkan melawan bekas klubnya sepanjang sisa penampilan timnya di liga negara bagian Sao Paulo.

Minimnya kesempatan bermain kelihatannya akan menghapus harapannya untuk dapat tampil di Piala Dunia. Pato sudah lama tidak memperkuat negaranya – meski ia mencetak gol pada pertandingan persahabatan melawan Australia September silam.

Sebelum insiden penyerangan itu terjadi, Pato dan mantan rekan-rekan setimnya Emerson Sheik dan penyerang Peru Paolo Guerrero telah menyewa pengawal pribadi karena mencemaskan keselamatan diri mereka.

Guerrero mencetak gol kemenangan dua tahun silam untuk membawa Corinthians menjuarai Piala Dunia Klub, namun ia dan rekan-rekan setimnya dimusuhi oleh para penggemar karena penampilan buruk klub belakangan ini.

Saat terjadi serangan itu, hanya empat bulan sebelum Brazil menyelenggarakan putaran final Piala Dunia – Iran akan menggunakan fasilitas-fasilitas latihan Corinthians – Pato dan kolega-koleganya harus membarikade diri mereka di ruang ganti.

FIFA berulang kali menegaskan bahwa mereka yakin dengan sistem keamanan terintegrasi di Brazil untuk memastikan Piala Dunia dapat berlangsung tanpa insiden serius.

Ini merupakan insiden terkini terkait kekerasan sepak bola di Brazil, menyusul kerusuhan pada Desember pada pertandingan antara Atletico Paraenense dan Vasco da Gama, yang membuat para pemain mengancam untuk melakukan pemogokan.

Bagaimanapun, Corinthians mencemaskan pihak yang berwenang dan para penyiar akan menghukum mereka jika mereka tidak dapat mematuhi jadwal.

Pada Rabu, Corinthians, tanpa kehadiran Pato, kalah 0-2 di Liga Sao Paulo dari Bragantino. Itu merupakan kekalahan beruntun keempat bagi klub tersebut.

Pelatih sekaligus mantan arsitek timnas Brazil Mano Menezes mengonfirmasi kesepakatan Pato-Jadson, menggaris bawahi bahwa Pato tidak memenuhi harapan yang ada menyusul pembeliannya sebesar 15 juta euro dari Milan pada 2013. (AFP)