Sebelum Ditutup, Pekerja di Gang Dolly Ikut Demo di Hari Buruh

Foto: Sayangi.com/Emil

Surabaya, Sayangi.com – Hari buruh atau May Day kali ini ternyata tidak hanya diperingati oleh buruh sektor industri saja. Peserta aksi hari buruh kali ini beraneka regam. Ada guru honorer, bahkan ratusan pekerja di lokalisasi prostitusi Dolly juga ikut turun ke jalan berunjuk rasa, bergabung dengan pengunjuk rasa buruh yang lain, Kamis (1/5/2014).

Sebelum berangkat bersama-sama menuju kantor Gubernur Jawa Timur, para pekerja Dolly berkumpul di gang Dolly sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka mengenakan atribut khusus berwarna hitam dan mengendarai ratusan motor. Mereka menggelar orasi dan mengajak seluruh elemen pekerja Dolly untuk ikut tutrun ke jalan berunjuk rasa.

Koordinator aksi, Nardi mengatakan, massa riil pekerja yang disiapkan ada sekitar 500 orang. Semua elemen pekerja diajak untuk ikut bergabung dalam aksi itu. Mulai dari tukang parkir, tukang bersih-bersih, dan mucikari, hingga pemilik wisma.

“Gang Dolly adalah kawasan satu-satunya tempat kami bekerja. Karenanya, kami ingin pemerintah membatalkan rencana penutupan,” tegas Nardi dalam orasinya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Surabaya berencana menutup area lokalisasi prostitusi Gang Dolly pada 19 Juni 2014 mendatang, tepat sebelum masuk bulan suci Ramadhan. Untuk mengantisipasi pengangguran, Pemkot Surabaya difasilitasi oleh Pemprov Jatim sudah menyiapkan dana untuk pelatihan PSK dan mucikari, serta dana untuk modal, agar mucikari dan PSK mencari usaha baru.

Gang Dolly pernah menjadi lokalisasi terbesar di Asia Tenggara. Saat ini, sekitar 1.080 pekerja seks komersial, aktif di puluhan wisma dengan sekitar 300 lebih mucikari beroperasi di kompleks lokalisasi itu. (MI)