GMNI: Jangan Abaikan Dinamika Kawasan Asia Pasifik

Foto: Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Presidium Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengingatkan bahwa ada hal yang tak kalah penting yang harus selalu di kawal yakni wacana posisi dan hungungan Indonesia dalam situasi  global dan regional. GMNI melihat bahwa selain wacana seputar dua momentum  besar yang dihadapi oleh bangsa ini yakni pemilihan legislatif yang sudah berlalu tanggal  9 april 2014 serta pemilu presiden yang tinggal beberapa saat dinamika di kawasan Asia Pasifik seolah luput dari pembahasan tokoh bangsa kita.  Padahal menurut GMNI, dinamika tersebut sangat mempengaruhi perjalanan bangsa ke depan.

Demikian kutipan seruan  Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang disampaikan melalui rilis kepada redaksi Sayangi.com. (Senin,4/5). GMNI melihat bahwa perkembangan  politik, ekonomi  dan keamanan global dan regional di kawasan Asia Pasifik menjadi diskursus yang sangat penting untuk diperhatikan.

“Perkembangan terakhir di kawasan Asia Pasifik perlu kita sikapi secara cermat. Mulai dari sengketa pulau Diaoyu/Senkaku anatara Cina dan Jepang di Laut Cina Timur, memanasnya situasi di Laut Cina Selatan, terbongkarnya kasus penyadapan Amerika Serikat dan Australia terhadap Indonesia, pembakaran kapal nelayan Indonesia oleh Tentara Papua New Guini dan kasus protes Singapura terhadap pemakaian nama pahlawan nasional Usman-Harun pada kapal perang Indonesia,”Ujar Ketua Presidum GMNI Twedy NG.

Hal-hal tersebut  tentunya berpengaruh terhadap sirkulasi perekonomian antar Negara dalam kawasan asia mapun dunia. Untuk itu, Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendorong untuk melakukan diskursus serta kajian yang mendalam terkait dinamika kawasan Asia Pasifik dari berbagai dimensi yakni dimensi politik kemananan, dimensi ekonomi dan dimensi sosial budaya,” Ujar Ketua Presidium Pusat GMNI Twedy NG, Senin (4/5) malam kepada dalam rilisnya kepada Sayangi.com.      

Senada dengan Twedy, Sekretaris Jenderal Presidium GMNI Bintar L. Pradipta menambahkan bahwa geliat perkembangan ekonomi kawasan Asia dan terikatnya Indonesia pada beberapa kesepakatan  perdagangan bebas  seperti komitmen Asean community mengahruskan Indonesia harus siap dan memperkokoh basis ekonominya sehingga mampu bersaing jika tidak kemudian habis tergerus dari berbagai macam aspek.

“Bangsa ini akan menghadapi masalah besar dalam konteks sosial budaya jika situasi dan perkembangan tersebut kita abaikan begitu saja. Terutama masalah budaya yang tentu saja akan berimbas pada karekter dan watak kebangsaan kita. Situasi saat ini adalah ujian dan tantangan terhadap nasionalisme kita,‘’ tuturnya.

Meski demikian GMNI juga melihat bawha potensi pasar yang luar biasa di kawasan Asia-Pasifik tentu mempunyai peluang dan tantangan.

“ini bisa jadi peluang bila kita mampu manfaatkan secara optimaltetapi jika tidak situasinya malah akan menjadi ancaman bagi bangsa kita,” tutup Twedy.