Ada Ancaman ISIS, Keamanan Candi Borobudur Diperketat

Magelang, Sayangi.com – Menyusul adanya isu ancaman dari kelompok pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang akan menghancurkan berbagai candi termasuk Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur (BKB) dan PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) meningkatkan keamanan dengan menambah personel keamanan di wilayah Candi Borobudur.

Kepala BKB, Marsis Sutopo menjelaskan, isu ancaman ISIS itu diketahuinya saat membaca tulisan di media massa dan informasi media sosial. Namun demikian, sampai saat ini belum ada ancaman secara langsung ke objek wisata tersebut.

“Kita tentu mengantisipasi pengamanan dengan menambah jumlah personel untuk menjaga keamanan. Seperti Satpam dengan koordinasi bersama pihak TWCB untuk keamanan di Zona I dan II. Termasuk, berkoordinasi dengan aparat keamanan seperti polisi,” kata Marsis di Hotel Grand Artos Aerowisata, Jumat (22/8/2014).

Sejak sepekan terakhir, kata Marsis, koordinasi untuk penambahan personel sudah dilakukan. Penambahan personel ini dilakukan saat acara-acara tertentu seperti Lebaran dan Waisak.

“Namun, kalau memang ada ancaman khusus ditambah lagi,” ujarnya.

Belakangan diketahui, ancaman tersebut muncul dari pendukung ISIS di Indonesia melalui Facebook dengan fanpage “We are islamic state”. Mereka menyerukan untuk menghancurkan berbagai candi yang ada di Indonesia, terutama Candi Borobudur.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Laily Prihatiningtyas mengatakan, hingga saat ini kunjungan wisatawan belum terpengaruh signifikan dengan adanya isu ancaman tersebut.

 “Kalau kunjungan saat ini masih mencapai 5000 hingga 6000 pengunjung,” katanya.

Tetapi, karena ini merupakan ancaman nasional, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres setempat, BKB dan TNI.

Kapolres Magelang, AKBP Murbani Budi Pitono, mengatakan, pihaknya akan melakukan pengamanan secara optimal dan maksimal di Candi Borobudur. Pengamanan itu dilakukan untuk mengantisipasi ancaman pendukung ISIS.

“Setiap hari ada satu peleton pasukan, yang terdiri dari pam obvit dan pengamanan meliputi tiga ring. Kawasan I, II, dan III. Kami juga mengajak masyarakat berpartisipasi untuk lebih meningkatkan keamanan,” jelasnya.