Diduga Korupsi, Mantan Orang Kuat Cina Ditangkap

Foto: xinhua

Beijing, Sayangi.com – Mantan Kepala Keamanan Cina sekaligus “orang kuat” Cina Zhou Yongkang, akhirnya ditangkap atas dugaan tindak korupsi. Ia menjadi pejabat paling senior yang ditangkap dalam kampanye anti korupsi yang digelar Presiden Xi Jinping.

Kejaksaan Agung Cina mengumumkan telah mengeluarkan penyidikan resmi atas Zhou Yongkang. Demikian BBC News melaporkan, Jumat (5/11) petang.

Sebelum pensiun dari jabatan politik dan birokrasi 2 tahun lalu menyusul berkuasanya Presiden Xi yang berjanji akan memberantas korupsi, Zhou adalah pejabat paling berkuasa di Cina. Tidak heran jika penyelidikan atasnya membutuhkan waktu yang lama, setelah beberapa “orang dekat”-nya terlebih dahulu ditahan dan dijatuhi hukuman karena korupsi.

Mengutip laporan kantor berita Cina Xinhua, BBC menyebutkan bahwa Zhou ditangkap atas beberapa dakwaan sekaligus, yaitu “pelanggaran disiplin serius”, “menerima suap”, “membocorkan rahasia negara” dan “melakukan tindakan tidak terpuji (pelacuran) dengan beberapa wanita”.

Pengumuman penangkapan Zhou disampaikan Kejaksaan Agung, Jumat malam (5/12). Zhou yang kini berumur 70-an tahun tidak pernah muncul ke publik sejak lebih dari setahun lalu.

Para analis memperkirakan panangkapan Zhou akan memungkinkan Xi Jinping untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya dengan menyingkirkan lawan-lawan potensialnya.

Menjadi anggota Politbiro, lembaga paling berpengaruh di rezim komunis Cina, Zhou Yongkang disebut-sebut sebagai orang paling berpengaruh dan ditakuti di Cina. Ia juga disebut sebagai “macan paling besar”, yaitu pejabat paling kuat yang ditangkap oleh Presiden Xi Jinping yang beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pembersihan yang dilakukannya tidak hanya akan menangkap nyamuk, namun juga macan.

Memiliki julukan “Master Kang”, Zhou menempatkan orang-orang dekatnya di posisi-posisi strategis, terutama di bidang keamanan dan industri energi ketika berkuasa.

Fakta bahwa kini ia telah disidik oleh Kejaksaan membuktikan bahwa otoritas telah memiliki bukti cukup dan berhasil mengatasi keengganan untuk memeriksa pejabat yang memiliki banyak informasi penting terkait regim komunis Cina.

Publik kini bertanya-tanya apakah ia akan mengalami nasib mengenaskan seperti rekan dekatnya yang juga bekas anggota Politburo, Bo Xilai, yang kini meringkuk dalam sel penjara seumur hidupnya setelah diadili secara terbuka karena korupsi.

Istri Bo, Gu Kailai, juga menjalani hukuman penjara seumur hidup tahun 2012 atas dakwaan pembunuhan pebisnis Inggris Neil Heywood.

Berita Terkait

BAGIKAN