Presiden Jokowi Tawarkan Produk Pertahanan RI kepada Brunei

Foto: The Brunei Times

Bandar Seri Begawan, Sayangi.com – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan Pemerintah Indonesia dan Brunei Darussalam sepakat meningkatkan hubungan kerja sama dalam bidang pertahanan yang di antaranya dengan menawarkan produk sistem persenjataan buatan Indonesia kepada Brunei.

“Dalam kaitan ini Presiden Jokowi menawarkan mengenai produk-produk industri strategis ke Brunei karena sebelumnya sudah pernah ada,” kata Retno dalam jumpa pers di Istana Edinburgh Bandar Seri Begawan, Sabtu.

Sabtu ini, Pemerintah Indonesia dan Brunei Darussalam menggelar pertemuan bilateral di Istana Nurul Iman Bandar Seri Begawan.

Kedua negara juga sepakat meningkatkan kerja sama bidang perdagangan dan investasi.

“Dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kadin kedua negara, diharapkan perdagangan kedua negara semakin meningkat,” kata Retno.

Menurut dia, Indonesia juga mengundang investor Brunei untuk mengembangkan usaha di Indonesia guna membangun jalan tol, tenaga listrik dan kereta api.

Pertemuan bilateral juga membahas isu ASEAN di mana Presiden Jokowi meminta Brunei ikut berperan dalam merumuskan instrumen hukum untuk perlindungan buruh migran.

“Hal ini juga sudah kita sampaikan pada saat para Menlu ASEAN bertemu di Kota Kinabalu di mana saya sebagai Menlu RI menyampaikan itu.”

Jokowi juga menyampaikan undangan resmi kepada Sultan Brunei guna menghadiri KTT Asia Afrika April mendatang.

“Sebagaimana kita ketahui, Indonesia menjadi tuan rumah KTT ini,” katanya.

Mengenai kesepakatan bidang kesehatan, kedua negara sepakat dalam hal riset dan peningkatan kapasitas kelembagaan, sedangkan di tempat terpisah, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyatakan ada ekspor Indonesia ke Brunei meningkat, seperti untuk produk pertanian dan peternakan.

“Kita harapkan peningkatan ekspor Indonesia bisa menurunkan defisit perdagangan kita dengan Brunei yang masih besar,” katanya.

Indonesia juga berpeluang menjual produk industri strategis ke Brunei. “Market ke Brunei terbuka seperti untuk produk pesawat terbang meski di Brunei tidak ada penerbangan domestik,” kata dia seperti dikutip kantor berita Antara.