Jadi Tersangka, Samad Terancam Hukuman 8 Tahun Penjara

Foto: Sayangi.com/Emil

Makassar, Sayangi.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen administrasi kependudukan. Abraham Samad dijerat Pasal 264 ayat 1 subsider Pasal 266 ayat 1 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP atau Pasal 93 UU RI Tahun 2006 yang telah diperbaharui dengan UU RI Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.

“Ancaman hukumannya maksimal delapan tahun penjara,” kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Endi Sutendi, Selasa (17/2).

Abraham Samad terkena kasus yang tidak berbeda jauh dengan Feriyani Lim yang berstatus tersangka utama dalam kasus dugaan pemalsuan administrasi kependudukan.

Selain Samad dan Feriyani Lim, ada nama lain yang disinyalir ikut terlibat yakni Uki yang dilaporkan bersama Abraham Samad oleh kuasa hukum Feriyani Lim di Bareskrim Mabes Polri, beberapa waktu lalu. Namun Uki belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami fokus ke kasus yang kami tangani,” terangnya.

Kasus pemalsuan dokumen administrasi kependudukan yang ditangani Polda Sulawesi Selatan dan Barat berdasarkan laporan Ketua LSM Lembaga Peduli KPK dan Polri, Chairil Chaidar Said, ke Bareskrim Mabes Polri, yang kemudian dilimpahkan ke Polda Sulawesi Selatan dan Barat per 29 Januari. Selanjutnya, Feriyani Lim melaporkan Abraham Samad ke Bareskrim Mabes Polri.

Dalam kasus ini, Feriyani Lim disinyalir memakai lampiran dokumen administasi kependudukan palsu berupa KK dan KTP, saat mengurus paspor di Makassar pada 2007. Pasalnya, ditemukan dokumen administrasi kependudukan Feriyani Lim di Jakarta dengan data berbeda. Yang paling mencolok adalah perbedaan nama orang tua tersangka.

Diungkapkan Endi, Samad diduga mengetahui dan membantu Feriyani Lim dalam pengurusan dokumen administrasi kependudukan untuk mengurus paspor di Makassar pada 2007. Itu terlihat dari lampiran dokumen perempuan asal Pontianak itu sewaktu di Makassar.

Dalam KK dan KTP Feriyani Lim tertera nama Abraham Samad sebagai kepala keluarga. “Tersangka utama dituliskan sebagai family lain,” ujarnya.
Kedua tersangka menggunakan alamat di Jalan Boulevard Rubi II Nomor 48, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar.