Trump kepada Kanselir Jerman: Kita Berdua Disadap Obama

Angela Merkel menatap Trump, ketika Presiden AS itu menyampaikan klaim dia dan Merkel disadap Obama.

Washington DC, Sayangi.com – Presiden Donald Trump kembali menyampaikan klaim bahwa dirinya telah disadap oleh pemerintahan Barack Obama, dalam kunjungan Kanselir Jerman Angela Merkel. Trump menyatakan kepada Merkel:”Setidaknya kita memiliki satu persamaan, mungkin.”

Agen intelejen dalam pemerintahan Obama dilaporkan memonitor telepon Merkel, yang sempat memicu reaksi kemarahan.

Tetapi para pemimpin partai Republik dan Demokrat di kongres telah mengatakan mereka tidak percaya Trump telah disadap.

Trump menyampaikan masalah penyadapan ini dalam keterangan pers dengan Merkel usai pertemuan. Merkel pun melihat Trump dengan tatapan yang aneh.

Meski demikian, dalam pertemuan Trump dan Merkel masalah utama yang didiskusikan adalah Nato dan Perdagangan.

Kunjungan Merkel, yang seharusnya dilakukan pada Selasa (14/03) lalu terpaksa diundur karena terjadi badai salju.

Bahasa tubuh antara kedua pemimpin itu sangat canggung. Dalam sebuah kesempatan berfoto di Gedung Putih, Merkel bertanya kepada Trump dengan perlahan: “Apakah Anda ingin berjabat tangan? Trump hanya menatap lurus pada tangannya dan tidak menjawab pertanyaan Merkel.

Dalam keterangan pers itu, Trump juga ditanya mengenai komentar sekretaris pers Gedung Putih Sean Spicer yang menyebutkan bahwa agen mata-mata Inggris GCHQ telah melakukan penyadapan terhadap Trump selama kampanye pemilihan presiden AS.

Trump mengatakan Spicer mengutip sebuah komentar dari Fox TV. Presiden AS mengatakan dia tidak memiliki pendapat apapun tentang hal itu, dan menambahkan: “Anda tidak seharusnya berbicara dengan saya, Anda harus berbicara kepada Fox.”

Fox kemudian menyampaikan sebuah pernyataan yang disiarkan melalui televisi yang menyebutkan:”Fox News tidak memiliki bukti apapun bahwa saat ini presiden Amerika Serikat diawasi setiap saat dan dengan cara apapun, titik.”

GCHQ membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan pernyataan itu merupakan “omong kosong” dan Kantor PM Inggris Downing Street mengatakan telah memastikan AS untuk tidak mengulangi klaim tersebut. (bbc)