Di Pelantikan PMII Se-Riau dan Kepri, Kapolda Riau Ceramah Soal Kebhinekaan

Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara berceramah di hadapan aktivis PMII
Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat berceramah di hadapan aktivis PMII

Pekanbaru, Sayangi.com – Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengahadiri acara pelantikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) dan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Provinsi Riau dan Kepri di Pekanbaru, Minggu (19/3). Dalam kesempatan tersebut Zulkarnain didaulat untuk berceramah tentang keberagaman bangsa Indonesia dalam bingkai bhineka tungal ika.

Zulkarnain menjelaskan bahwa bangsa Indonesia dibangun di atas keberagaman masyarakat. Karena itu semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu telah disepakati oleh para pendiri bangsa sebagai penguat persatuan.

Zulkarnain menceritakan, ketika Bung Karno diminta berpidato di depan sidang BPUPKI sebelum proklamasi kemerdekaan, dia menyampaikan bahwa “negara yang akan kita bangun nanti adalah one for all, all for one, dan all for all”. Itu menunjukkan bahwa keberagaman bangsa Indonesia tidak perlu dipertentangkan namun sebaliknya harus dijaga bersama-sama.

PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang merupakan anak kandung NU, menurut Zulkarnain, darahnya sangat jelas sebagai darah NKRI karena memang sejak awal NU adalah bagian dari Islam mainstream di Indonesia bersama Muhammadiyah sangat menerima perbedaan dan menyadari betul tentang kebhinekaan.

Zulkarnain juga menegaskan kembali apa yang sering disampaikan oleh Kapolri Tito Karnavian dalam kuliah umum di berbagai kampus bahwa selain dinamika politik global, salah satu yang berpotensi menjadi tantangan kebhinekaan bangsa saat ini adalah kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin.

“Karena itu mahasiswa juga harus menanamkan jiwa sebagai pedagang atau pengusaha untuk ikut serta kelak menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Zulkarnain, di hadapan aktivis PMII, Minggu (19/3).

Lebih lanjut mantan Kapolda Maluku Utara ini juga mengingatkan isi pidato Bung Karno ketika memperingati HUT RI ke-3 tahun 1948 di Yogjakarta.

“Saudara-saudara sekalian, jika hari ini kita bisa memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ketiga, maka kelak kita bisa memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke tiga puluh, jika kelak kita bisa memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke tiga puluh maka kelak kita bisa memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke tiga ratus dan jika kelak kita bisa memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke tiga ratus maka Indonesia akan ada di muka bumi ini sampai akhir zaman,” kata Zulkarnain menirukan pidato Soekarno.

Di akhir ceramahnya Zulkarnain tak lupa memberi nasehat kepada aktivis PMII agar terus menerus memberikan kontribusi positif bagi masa depan bangsa Indonsia.

“Sekarang kita semua yang hadir disini dan adik-adik sebagai Mahasiswa sebagai PMII bertanggung jawab terhadap kelangsungan bangsa¬†Indonesia yang bhineka tunggal ika,” katanya.