LIPI Pertanyakan Kenapa Parpol Tak Dibahas di RUU Pemilu

Siti Zuhro saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'Memilih Pemimpin Bangsa Melalui Sistem Pemilu' di Kantor PPSN, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/3). Foto: Sayangi.com
Siti Zuhro saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'Memilih Pemimpin Bangsa Melalui Sistem Pemilu' di Kantor PPSN, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/3). Foto: Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengaku heran kenapa semua orang terus ribut dengan desain pemilu di negara ini. Apa yang salah dengan pemilu di negara ini?

Dia juga mempertanyakan, kenapa dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu soal partai politik tidak dibahas. Padahal, kalau bicara demokrasi, parpol adalah pilar utama.

“Dari penyelenggara, MD3 ditata, diobrak abrik terus. Tapi kok partainya untouchable. Nawaitunya betul ga jadikan pemilu kita menghadirkan pemimpin yang berdedikasi. Ndak mungkin kita mendapatkan figur-figur (yang baik) seperti itu kalau partainya sakit.  Mari kita benahi,” kata Siti dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Memilih Pemimpin Bangsa Melalui Sistem Pemilu’ di Kantor PPSN, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/3).

Siti mengungkapkan, saat ini sudah saatnya bangsa ini memikirkan bagaimana memahami teks dan konteks.

“Sejak tahun 1999 pemilu kita jalankan, kok korelasi positifnya baik nasional maupun daerah kurang,” ujarnya.

Dia juga mengajak supaya Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) yang menyelenggarakan diskusi tersebut,  agar memperbanyak relawan untuk membangun sistem dalam berbangsa dan bernegara.

“IKAL harusnya memperbanyak relawan untuk membangun sistem kita. Jadi bukan relawan untuk Pak Ahok, untuk Pak Anies, atau untuk Pak Jokowi,” tandasnya.