Bima Arya Pastikan Kota Bogor Aman, Pasca Bentrok Sopir Angkot dan Ojek Online

Wali Kota Bogor Bima Arya saat menenangkan sopir angkot dan ojek online yang bentrok, Senin (20/3) siang/Foto: twitter @bimaaryas

Bogor,Sayangi.Com–  Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memastikan situasi Kota Bogor aman terkendali pasca bentrokan yang terjadi antara sopir angkot dan pengendara ojek “online”, pada Senin (20/3) siang.

Bima juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto-foto yang belum terkonfirmasi keaslian sumbernya karena dapat memperkeruh kisruh antara sopir dan pengendara “online”.

Imbauan itu juga disampaikan Bima melalui akun twitter pribadinya @bimaaryas. “Warga Bogor jangan mudah percaya dengan banyaknya photo yg beredar di medsos, contohnya 2 photo dibawah saya ini. Jangan mudah terprovokasi,” demikian cuit Bima, yang diunggah pada Senin malam.

Contoh foto hoax yang menurut Bima tidak terkait dengan bentrok antara sopir angkot dan pengendara ojek online di Kota Bogor/Foto: twitter @bimaaryas

Bima mengatakan, tidak ada pembakaran angkot di wilayahnya seperti digambarkan dalam foto-foto yang beredar secara berantai melalui media sosial. “Saya sudah liat foto-foto yang beredar ada angkot dibakar, wajah korban pengemudi ojek online yang babak belur. Itu tidak benar, tidak terjadi di wilayah Kota Bogor,” kata Bima.

Menurut Bima, ia beserta jajaran Kodim 0606 dan Polresta Bogor Kota telah turun ke lapangan dan menjenguk korban pengendara ojek “online” yang diisukan ditabrak oleh sopir angkot. Pengendara ojek online tersebut tidak sedang beroperasi dan juga tidak menggunakan atribut ojek online. Tukang ojek itu mengalami kecelakaan saat berkendaraan dan kakinya patah.

“Ini murni kecelakaan. Jadi tidak benar ada yang sopir angkot yang menabrak,” katanya.

Pada pukul 00 WIB, Selasa (21/3), Bima kembali mengunggah cuitan: “Besok @Pemkota Bogor akan kerahkan truk & bis utk antisipasi aksi lanjutan. Selamat istirahat warga Bogor tercinta.”

Pemkota Bogor mengerahkan kendaraan Satpol PP dan dibantu kendaraan Polri serta TNI untuk mengangkut warga yang kesulitan transportasi akibat aksi mogok sopir angkot, Senin (20/3)/Foto: twitter @bimaaryas

Kronologi Keributan

Kepada wartawan, Senin sore, Bima menjelaskan bahwa keributan yang terjadi antara sopir angkot dan ojek “online” disebabkan oleh beredarnya isu adanya pengendara ojek online yang ditabrak sopir angkot.

Info tersebut memicu terjadinya aksi bentrok antara sopir angkot dan pengendara ojek “online” di Jl Sholis Iskandar masuk wilayah hukum Kota Bogor.

“Kami sudah konfirmasi, tidak benar pengendara ojek online ini ditabrak supir, memang benar tertabrak, tapi murni karena kecelakaan bukan ditabrak sopir angkot,” katanya.

Ia mengatakan, keributan terjadi antara angkot trayek 32 yang merupakan angkot wilayah Kabupaten Bogor dan beroperasi di wilayah perbatasan Kota Bogor dengan pengendara ojek “online”.

“Kami sudah melakukan dialog dengan pengemudi ojek online dan mencoba untuk menenangkan situasi. Aparat juga melakukan penyelidikan serta memproses secara hukum,” kata Bima.

Untuk mengantisipasi pemogokan sopir angkot, Pemkota Bogor telah mengerahkan armada milik Satpol PP dibantu Kodim 0606 dan Polresta Bogor Kota untuk mengakomodir warga yang tidak terakomodasi oleh angkutan umum.

“Kami juga sudah menyiapkan antisipasi untuk esok hari. Berkoordinasi dengan Organda kota maupun kabupaten, serta pengemudi online,” katanya.

Bima menambahkan, harus ada pengaturan mengenai keberadaan transportasi “online”, baik dari pusat hingga ke tingkat daerah.

“Intinya semua mau diatur, jadi harus ada percepatan pengaturan online ini,” katanya.