KBRI Mesir Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Ledakan Bom

Gereja Koptik di Mesir yang menjadi sasaran ledakan bom, Minggu (9/4)/Foto: AFP

Kairo, Sayangi.Com– Duta Besar Indonesia Untuk Mesir, Helmy Fauzi, memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam ledakan bom yang menyasar dua gereja di Mesir, pada hari Minggu (9/4).

“Sepanjang yang kami ketahui ada empat ledakan, dua di kota Tanta dan dua di kota Alexandria. Jumlah korban masih simpang siur. Tetapi yang jelas di Tanta sedikitnya ada 25 korban, sementara di Alexandria ada 11 korban tewas. Kami sudah mendapatkan seluruh nama korban yang tewas. Dari nama-nama itu dan juga komunikasi yang kami lakukan dengan aparat setempat, kami bisa pastikan tidak ada WNI yang menjadi korban,” kata Helmy, seperti dikutip VoAIndonesia.

Menurut Helmy, Kedubes RI di Kairo sudah mengingatkan seluruh warga Indonesia yang berada di Mesir untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari bepergian ke lokasi-lokasi yang rawan serangan teroris.

Melalui saluran informal dan kekeluargaan masyarakat Indonesia di Mesir, KBRI di Kairo juga membuat edaran yang isinya mengimbau agar WNI meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat keramaian jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua ledakan bom terjadi di dua gereja di Mesir pada saat jemaat memenuhi gereja untuk merayakan Minggu Palem atau minggu terakhir sebelum perayaan Paskah.

Bom pertama terjadi pada pukul 10.20 WS di Gereja Mar Girgis Coptic, Central Delta, Kota Tanta, Provinsi Gharbeya. Informasi dari otoritas setempat, sedikitnya 26 jemaat gereja tewas dan 71 lainnya mengalami luka.

Ledakan kedua terjadi pada Minggu sore di gerbang Gereja St Mark, Alexandria. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa ledakan kedua tersebut adalah bom bunuh diri yang mengakibatkan 11 orang tewas dan 66 orang mengalami luka.

Menurut data KBRI Negeri terdapat sekitar 8.000 WNI di Mesir yang sebagian besar berstatus sebagai mahasiswa. Jumlahnya mungkin lebih besar karena banyak warga yang tidak melapor ketika datang ke Mesir.

Kelompok militan ISIS sudah mengeluarkan pernyataan mengklaim bertanggungjawab terhadap dua ledakan di gereja Koptik tersebut.