Penumpang Meningkat, Namun Garuda Rugi Rp1,3 Triliun di Kwartal I 2017

ilustrasi pesawat Garuda Indonesia

Jakarta, Sayangi.Com– Maskapai Garuda Indonesia mengalami kerugian sebesar 99,1 juta dolar AS atau sekitar Rp1,3 triliun pada Kwartal I 2017.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury dalam paparan kinerja keuangan Kwartal I 2017 di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa kerugian tersebut disebabkan sejumlah faktor. Antara lain biaya operasi naik 21,3 persen, terutama bahan bakar yang melonjak 54 persen dari 189,8 juta dolar AS pada Kwartal I 2016 menjadi 292,3 juta dolar AS pada periode yang sama tahun 2017.

“Penyebab net loss (rugi bersih) 99,1 juta dolar AS karena dalam satu tahun kemarin peningkatan pengeluaran untuk bahan bakar,” katanya.

Selain itu, dia menambahkan, biaya lainnya juga menyumbang buruknya kinerja Kwartal I 2017 tersebut, seperti pengeluaran pelayanan di pesawat (inflight service), sistem reservasi, peningkatan jumlah penumpang dan lain-lain sebesar 16,3 persen dari 403,4 juta dolar AS Kwartal I 2016 menjadi 469,1 persen pada Kwartal I 2017.

Adapun, pengeluaran yang disumbang dari rental pesawat, yaitu 4,2 persen dari 246,9 juta dolar AS pada Kuartal I 2016 menjadi 257,4 juta dolar AS pada Kwartal I 2017.

“Tapi yang paling berpengaruh adalah bahan bakar karena komposisinya 20 sampai 25 persen dari total konsumsi,” katanya.

Total pengeluaran pada Kwartal I 2017, yaitu 1,02 miliar dolar AS atau meningkat 21,3 persen dari periode sama tahun lalu, yaitu 840,1 juta dolar AS.

“Tren industri penerbangan dunia yang cenderung menurun selama lima tahun terakhir ini serta daya beli masyarakat yang cenderung melemah di awal tahun ini, berdampak langsung pada kinerja keuangan perusahaan yang terus tertekan,” katanya.

Untuk itu, lanjut Pahala, Garuda akan melakukan lima langkah strategis, yaitu optimalisasi biaya penerbangan, optimalisasi rute, mendayagunakan anak perusahaan, memangkas biaya secara signifikan, dan mensinergikan sistem manajemen pendapatan.

“Kondisi kinerja keuangan perusahaan pada kwartal pertama 2017 dapat dikatakan masih jauh dari target yang telah ditetapkan, sehingga perlu dilakukan berbagai terobosan guna menghasilkan pertumbuhan positif yang berkesinambungan, berkelanjutan dan solid,” katanya.

Pahala mengatakan, penumpang Garuda meningkat 8,4 persen dengan peningkatan pertumbuhan internasional sebesar 26,1 persen dibandingkan kwartal I 2016.

Sumber: Antara