KSPI: Upah Buruh Indonesia Termasuk Rendah di Asean

Presiden KSPI saat memberikan orasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (1/5). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Puluhan Ribu Buruh ikut menggelar.aksi hari buruh atau May Day, pada hari ini, Selasa (1/5). Salah satu tuntutan buruh kali ini adalah Tolak Upah Murah.

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, upah buruh Indonesia saat ini sangat rendah. Bahkan menurutnya, upah buruh Indonesia masih lebih rendah dari upah buruh di negara Asean lain, bahkan dengan Vietnam.

“Kita sudah lebih rendah upah rata-ratanya dari Vietnam. Upah rata-rata ‎Indonesia 176 dolar perbulan, di Vietnam 181 dollar perbulan, Malaysia 506 dollar perbulan, thailand 357 dollar/bulan. Indonesia jauh upahnya, terpuruk di Asean,” kata Said saat May Day di Jakarta, Senin (1/5).

Said juga mengatakan, PP nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan sangat memberatkan buruh. Pasalnya, dengan diberlakukannya PP tersebut, kenaikan upah buruh tiap tahunnya sangat minim.

“Karena menggunakan PP 78, maka upah hanya naik Rp130-260 ribu. Kalau dikonversikan dollar, hanya 10-20 Dollar Amerika, itu harga satu buah kebab di Eropa sana. Gimana mungkin, buruh kerja satu bulan upahnya hanya naik seharga satu kebab?,” paparnya.

Ia juga mengaku kecewa dengan pernyataan Presiden Jokowi, yang mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat signifikan. Akan tetapi kesejahteraan buruh masih memprihatinkan.

“Padahal Presiden mengklaim pertumbuhan ekonomi nomor 3 di dunia, pencapaian tax amnesty nomor satu. Namun kenaikan upah tahun 2017 hanya seharga sebuah kebab,” cetusnya.

Lebih jauh Said juga menyangkal pernyataan Menteri Tenaga Kerja yang mengatakan, kesejahteraan buruh membaik. Pasalnya, menurut Said, dewasa ini pemeriksaan dirasa kembali mengeksploitasi kaum buruh.

“Faktanya, selama dua tahun terakhir pemerintahan sekarang ini kembali mengeksploitasi kaum buruh. Upah makin murah, outsourcing dan pemagangan merajalela, dan jaminan pensiun yang tidak masuk akal,” pungkasnya.