Jamin BBM Saat Mudik, BPH Migas Pimpin Posko Nasional Hingga 11 Juli 

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa bersama Tim Posko Nasional ESDM saat konferensi pers di kantor BPH Migas di Jl. Kapten Tendean, Jakarta, Senin (5/6) /Foto: Tri Setyo

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Badan Pengelolaan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) ditunjuk sebagai ketua posko nasional ESDM untuk Hari Raya Idul Fitri tahun 2017. Posko ini bertanggung jawab atas ketersediaan dan pendistribusian BBM, LPG, BBG, obyek vital Hulu dan Hilir Migas, termasuk pemantauan potensi bencana selama musim mudik Lebaran.

Tim inti posko nasional ESDM terdiri dari Anggota Komite BPH Migas, Kepala Badan Geologi, Staf Khusus Menteri ESDM bidang Komunikasi, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan dan Kabiro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama. Sedangkan untuk tim pendukung terdiri dari Biro Perencanaan ESDM dan Pusdatin ESDM.

Kepala BPH migas Fanshurullah Asa mengatakan, posko nasional ESDM berpusat di kantor BPH Migas, dan berjalan efektif mulai 10 Juni hingga 11 Juli 2017, dan dibagi menjadi dua shift.

“Shift pertama pukul 08.00 sampai 15.00 WIB dan shift kedua pukul 15.00 sampai 21.00 WIB. Selain itu, ada petugas khusus yang bertugas On Call 24 jam untuk pelaporan dan pemantauan kondisi lapangan,” kata Fanshurullah di kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (5/6).

Menurut Fanshurullah, BPH Migas akan melakukan pemantauan langsung ke lapangan, dari tanggal 19 Juni hingga 8 Juli 2017. Hal ini demi menjamin kenyamanan pemudik, agar insiden seperti kejadian Brexit (Brebes Exit) tahun lalu tidak terulang.

“Posko nasional ESDM sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR, badan Pengelola Jalan Tol dan PT Jasa Marga untuk mensimulasi problem kritis kemacetan saat mudik dan arus balik. Kami juga menyiapkan strategi penyediaan dan pendistribusian BBM di sepanjang jalan tol,” kata Ifan, sapaan akrab Fanshurullah.

BPH Migas, kata Ifan, juga akan menyiapkan War Room guna pemantauan langsung dari lapangan.

“Kita akan lakukan pemantauan real time dan video conference di berbagai titik kritis di seluruh Indonesia. Ini untuk memastikan selama arus mudik hingga arus balik Lebaran tugas ESDM berlangsung aman,” ujarnya.

Di tempat yang sama, senior VP Fuel Marketing and Distribution PT Pertamina (Persero), Gigih Wahyu mengatakan, Pertamina telah mempelajari insiden Brexit saat musim mudik Lebaran tahun lalu. Sehingga, musim mudik Lebaran tahun ini Pertamina telah mempersiapkan armada cadangan, demi menjaga kelancaran stok BBM saat mudik.

“Kita bisa antisipasi, tahun ini kita sampai buat armada cadangan untuk menjaga stok ketersediaan BBM di jalur mudik,” ujarnya.

Bila terjadi stuck, lanjut Gigih, Pertamina juga telah mempersiapkan solusi akan hal tersebut. Menurutnya, Pertamina telah mempersiapkan sepeda motor yang akan menjual bensin dalam kemasan kaleng.

“Jadi Pertamina mendatangi lokasi kemacetan dengan sepeda motor dengan BBM kemasan kaleng, ada yang satu liter dan dua liter hingga lima liter, dengan harga yang sama seperti yang ditetapkan Pemerintah,” jelasnya.

Lebih jauh ia mengimbau para pemudik untuk tidak berspekulasi dengan isi BBM dalam kendaraannya. Ia menyarankan para pemudik untuk mengisi tangki secara penuh saat pengisian BBM.

“Kami mendorong agar konsumen jangan berspekulasi dengan stok BBM di kendaraannya, isi penuh sebelum berangkat. Jadi setiap isi (BBM secara) penuh, jadi andaikata stuck tidak kehabisan BBM,” tegasnya.