India Utara: Demi Ilmu,Anak Sekolah Bertaruh Nyawa

Foto Times of India
Foto Times of India

Himachal, India, Sayangi.com– Untuk menuntut ilmu pengorbanan dan niat amatlah diperlukan. Banyak di negara dunia ketiga untuk hal tersebut anak anak harus bertaruh nyawa.

Kondisi  ini tercermin di wilayah Himachal India Utara bagaimana anak anak pergi ke sekolah dengan bersusah payah bahkan nyawa menjadi taruhan.

Terlebih di musim hujan kondisi yang semakin berbahaya, anak-anak tersebut harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai dengan arus deras di sisi guning agar dapat tetap menimba ilmu.

Video yang berhasil diambil di dekat sebuah desa bernama Chamba di negara bagian Himachal Pradesh menggambarkan bagaimana musim hujan yang sangat deras telah berdampak pada anak-anak sekolah.

Setelah menggulung celana mereka, anak-anak perlahan menyeberangi sungai yang mengalir deras, melangkah secara perlahan di atas lereng berbatu yang terendam. Lebar dari satu sisi sungai ke sisi lainnya bisa mencapai 14 meter.

Menyeberangi sungai tersebut bisa memakan waktu selama 40 menit. Kadang anak-anak berhenti sejenak untuk menstabilkan keseimbangan diri mereka.

Banyak yang kembali dan meraih tangan orang-orang di pinggir sungai yang belum menyeberang. Tidak sedikit anak yang lebih tua bahkan menggendong anak yang lebih kecil di punggung mereka.

Dalam sebuah wawancara, seorang gadis menjelaskan bahwa dia mencoba meminta orang dewasa untuk membantunya, tapi tidak selalu tersedia. “Pakaian saya menjadi basah, saya harus melepaskan sepatu saya, dan buku saya menjadi basah,” ungkapnya

Dikutip dari  laporan dari Times of India, desa ini terdiri dari sekitar 400 orang, dan para anak-anak, harus melintasi lebih dari 1,5 km untuk mencapai sekolah mereka.

Kepada India Times, seorang penduduk desa mengatakan bahwa ketakutan yang dihadapi anak-anak tidak hanya di sungai.

Namun ketakutan anak anak juga berlaku di seberang sungai, dimana “Ada banyak rumput dan tumbuh-tumbuhan di jalan setapak yang licin di desa itu.Belum lagi risiko ular dan banjir bandang yang bisa menerjang setiap saat.”

Anak-anak yang diwawancarai oleh TV News India juga menjelaskan bahwa menyeberang sungai dalam perjalanan mereka ke sekolah menimbulkan kesulitan yang nyata dan signifikan.

Sumber: nationalgeographic.com