Berlaku 1 September, Ini Daftar Harga Eceran Tertinggi Beras Medium dan Premium

Ilustrasi pedagang beras eceran di pasar tradisional

Jakarta, Sayangi.Com– Untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengendalikan tingkat inflasi, Menteri Perdagangan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) komoditas beras kualitas medium dan premium, yang akan berlaku mulai 1 September 2017.

Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita , penetapan HET beras kualitas medium dan premium tersebut sudah disepakati para pelaku usaha perberasan nasional, dan Permendag-nya sedang dalam proses diundangkan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Dalam jumpa pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (24/8) siang, Enggartiasto menjelaskan, HET beras kualitas medium untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi adalah Rp9.450 per kilogram dan Rp12.800 untuk jenis premium.

Untuk Wilayah Sumatera (tidak termasuk Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan, HET beras kualitas medium Rp9.950 per kilogram dan premium 13.300 per kilogram.

Sedangkan untuk Maluku, Maluku Utara dan Papua, HET beras kualitas medium sebesar Rp10.250 per kilogram dan premium Rp13.600 per kilogram.

Menurut Enggar, HET terendah untuk beras medium yakni Rp9.450 per kilogram, umumnya berlaku di daerah produsen beras. Sedangkan untuk wilayah lainnya ada sedikit tambahan karena termasuk biaya transportasinya.

Tiga Jenis Beras

Enggar menjelaskan, Kementeriannya mengelompokkan tiga jenis beras yang nantinya akan diatur melalui Peraturan Menteri Pertanian.

Kelompok pertama adalah beras jenis medium yang memiliki spesifikasi derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen dan butir patah maksimal 25 persen. Beras kualitas medium tersebut bisa berbentuk curah atau kemasan dan wajib mencantumkan label medium dengan HET pada kemasannya.

Kelompok kedua adalah jenis beras premium yang memiliki spesifikasi derajat sosoh 95 persen, kadar air maksimal 14 persen dan butir patah maksimal 15 persen. Beras jenis premium ini dikemas dan wajib mencantumkan label premium dan HET tertinggi.

Kelompok ketiga, beras khusus yang akan diatur dan ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Beras yang termasuk khusus antara lain adalah beras Thai Hom Mali, Japonica, Basmati, beras ketan, beras organik dan beras bersertifikat IG.

Untuk beras khusus, kata Enggar, sementara ini belum diatur HET nya.

Pengusaha Menyesuaikan

Menanggapi keputusan Pemerintah tersebut, Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengatakan bahwa pihaknya akan segera menyosialisasikan kepada para anggota Perpadi di seluruh wilayah Indonesia terkait dengan HET beras tersebut.

“Teman-teman di daerah itu sudah ingin putusan ini cepat. Harga di daerah akan menyesuaikan untuk bisa menghasilkan harga jual,” kata Sutarto.

Sutarto mengaku sudah melakukan diskusi panjang dengan anggota Perpadi di seluruh Indonesia terkait dengan keinginan pemerintah untuk mengatur HET beras yang merupakan bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin mendukung program pemerintah yang bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat ini. “Pengalaman dengan gula dan minyak goreng sudah berjalan, keputusan ini tentu kita dukung,” ujarnya.